TEGAL, smpantura – Ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu amalan yang sangat di anjurkan dalam Islam bagi umat Muslim yang mampu. Kurban menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama.
Sebelum melaksanakan penyembelihan hewan kurban, umat Islam di anjurkan untuk membaca niat sebagai bentuk keikhlasan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Menurut panduan ibadah dari Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Islam, niat kurban tidak harus di lafalkan secara keras, karena pada dasarnya niat adalah ketetapan dalam hati. Namun, berikut ini adalah lafal niat yang umum di gunakan sebagai bentuk penguat niat ibadah.
1. Niat Kurban untuk Diri Sendiri
Arab:
نَوَيْتُ التَّضْحِيَةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitut adhaaya lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku berniat berkurban karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Kurban untuk Keluarga
Niat ini di gunakan jika seseorang berkurban untuk dirinya dan keluarganya.
Arab:
نَوَيْتُ التَّضْحِيَةَ لِلَّهِ تَعَالَى عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِي
Latin:
Nawaitut adhaaya lillaahi ta’aalaa ‘annii wa ‘an ahli baytii
Artinya:
“Aku berniat berkurban karena Allah Ta’ala untuk diriku dan keluargaku.”
3. Niat Kurban untuk Orang yang Di wakilkan
Jika kurban di lakukan atas nama orang lain (misalnya orang tua atau keluarga tertentu).
Arab:
نَوَيْتُ التَّضْحِيَةَ لِلَّهِ تَعَالَى عَنْ (nama orang)
Latin:
Nawaitut adhaaya lillaahi ta’aalaa ‘an (nama orang)
Artinya:
“Aku berniat berkurban karena Allah Ta’ala atas nama (nama orang tersebut).”
Bacaan Saat Penyembelihan Hewan Kurban
Arab:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ



