Partisipasi Warga Kota Tegal Deteksi Dini Kanker Masih Rendah

TEGAL, smpantura – Klinik Pratama Harapan Bersama melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal selenggarakan ”Sosialisasi dan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim” di Aula Gedung C Poltek Harber, pada Selasa (15/11/22).

Dinkes Kota Tegal dan Klinik Pratama Harapan Bersama, sebagai fasilitas kesehatan yang tersedia di kampus Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber), menyelenggarakan kegiatan tersebut dalam rangka rangkaian Hari Kesehatan Nasional.

Sub Koordinator P2P Dinkes Kota Tegal, dr. Wikanti Deviantari, menyampaikan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan sebuah penyakit keganasan dan penyebab kematian pada wanita terbanyak nomor 2 setelah kanker payudara.

“Salah satu metode deteksi dini dari kanker serviks yang telah direkomendasikan di Indonesia adalah Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Pada tahun 2016-2022 hanya 8,01% wanita usia subur di Kota Tegal yang melakukan IVA. Harusnya, minimal 80% melakukan deteksi IVA,” tambahnya.

Wikanti menambahkan penyebab kurangnya partisipasi wanita usia subur dari pemeriksaan IVA adalah karena rasa malu, risih, dan takut dalam prosedur pemeriksaan IVA maupun terhadap hasil dari pemeriksaannya.

BACA JUGA :  Pengemis dan Pengamen di Kota Tegal Terancam Denda Rp 50 Juta

Wakil Direktur II Poltek Harber, Erni Unggul S.U., S.E., M.Si menyampaikan, kanker payudara dan kanker servik adalah salah satu pembunuh terbanyak wanita di Indonesia, sehingga perlu adanya deteksi dini.

“Penyebab kanker serviks yaitu karena pernikahan dini, hubungan seks bebas, melahirkan berulang kali dan tidak tertangani dengan baik. Lebih baik kita mengetahui lebih awal agar penanganan lebih baik. Jangan merasa takut. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat buat semuanya,” kata Erni.

Sementara itu, dr. Indrawan Ekomurtomo, Sp.OG menuturkan, faktor resiko kanker leher rahim adalah umur, infeksi HIV dengan berhubungan pada usia muda dan dengan mempunyai banyak partner seksual, merokok, infeksi klamidia, gizi buruk dll.

Hal tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi, menghindari faktor resiko, mendeteksi perubahan pra-kanker. Pemeriksaan standar untuk deteksi dini yaitu tes pap smear.

“Adapun penyebab keengganan untuk skrining pada wanita yaitu karena tidak tahu, malu, takut dan biaya. Kapan melakukan pemeriksaan skrining? Yaitu segera setelah seorang wanita pada usia 25-40 tahun ke atas melakukan senggama,” Indrawan.

(T03-Red)

Scroll to top
error: