BREBES, smpantura – Pegiat Pemekaran Brebes Selatan di minta tetap menjaga soliditas menjelang tahapan penting pembahasan usulan pembentukan daerah otonomi baru di DPRD Jawa Tengah.
Ajakan tersebut di sampaikan Penasihat Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes sekaligus Kepala Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Saefudin, dalam Rapat Koordinasi Akbar Masyarakat Brebes Selatan, Minggu (31/5/2026) di Pendapa ek Kawedanan Bumiayu.
Kegiatan yang di gelar Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes itu di hadiri unsur Masyarakat Peduli Pemekaran, Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat dari wilayah Brebes Selatan. Acara di buka oleh Camat Bumiayu, Hendra Pradistyo Busono.
Dalam arahannya, Saefudin mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan seluruh elemen yang selama ini mengawal perjuangan pemekaran. Menurutnya, perjalanan panjang yang telah di lalui hingga mencapai tahap saat ini merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus di jaga.
“Jangan sampai terpecah. Semua pegiat memiliki saham dalam perjuangan ini hingga sampai pada tahap sekarang,” ujarnya.
Persetujuan
Ia mengatakan, usulan pembentukan Kabupaten Brebes Selatan saat ini berada pada fase menunggu persetujuan. Antara Pemprov dan DPRD Jateng melalui sidang paripurna.
Menurut Saefudin, tantangan perjuangan pemekaran tidak hanya berasal dari proses di daerah. Secara nasional, masih terdapat ratusan usulan daerah otonomi baru yang belum dapat di proses karena kebijakan moratorium yang masih di berlakukan pemerintah pusat.
“Ada sekitar 300 lebih daerah yang mengajukan pemekaran. Banyak yang berharap adanya transfer dana dari pusat. Sehingga pemerintah masih menerapkan moratorium,” katanya.



