Pelaku UMKM Dibekali Kemampuan Public Speaking

SLAWI, smpantura – Sebanyak 30 pelaku usaha skala mikro mendapat pelatihan cakap public speaking di era artificial intelligence (AI) dari Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Senin (10/6).

Pelatihan digelar di lantai dua Gedung Coworking Space Taman Rakyat Slawi Ayu ( Trasa) Slawi, merupakan bagian dari kegiatan pengembangan usaha mikro dengan orientasi peningkatan skala usaha menjadi usaha kecil.

Penjabat Bupati Tegal Agustyarsyah mengingatkan , bahwa Kabupaten Tegal mempunyai sumber daya alam yang luar biasa, mempunyai pasar diluar yang jumlahnya jutaan yang harus ditangkap.

“Dengan kemampuan personel tanpa menggunakan AI, kita tidak bisa menangkap pasar itu dengan baik,” ucapnya.

Agustyarsyah menuturkan, saat ini pasar Kabupaten Tegal tidak hanya pasar lokal, tetapi juga global dan dunia internasional.

Sebagai pengusaha harus mampu menangkap peluang tersebut.Dan yang mampu memfasilitasi hal tersebut dengan cepat adalah AI.

“Jadi kemampuan menguasai AI harus dimiliki para pelaku UMKM Kabupaten Tegal. Dengan kemampuam personel, tanpa menggunakan AI, kita tidak bisa menangkap pasar itu dengan baik,” jelasnya.

Pj Bupati Tegal berharap, pelatihan tersebut akan menambah wawasan pelaku UMKM dan jaringan atau networking.

BACA JUGA :  Survai Prabowo-Gibran di Jateng Capai 37,4 Persen, Tegal Paling Tinggi

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurnianto menyampaikan, pelatihan yang diberikan kepada pelaku UMKM ini meliputi empat tahap. Sebelumnya telah dilakukan pelatihan terkait perizinan, selanjutnya branding, pemasaran dan permodalan.

“Empat tahap ini diharapkan dapat membantu UMKM,”sebutnya.

Terkait pemanfaatkan coworking space lantai satu yang saat ini kosong setelah tidak ditempati oleh PT Kasyr Sibernerika Indonesia, Rudy menyampaikan, rencananya akan dimanfaatkan sebagai gerai UMKM.
Pihaknya segera Kami mengadakan Forum Group Discussion UMKM.

“Jadi rencana dari UMKM, pelakunya UMKM dan manfaatnya untuk UMKM. Kita fasilitasi saja dan siapkan tempat. Silahkan pelaku UMKM mau dikelola seperti apa. Apakah nanti bergiliran. Yang jelas untuk lantai satu itu tidak ada sewa,” jelasnya.

Layanan yang disediakan di lantai satu selain gerai UMKM ada juga konsultasi perizinan, branding, pengemasan dan marketing. Sedangkan lantai dua digunakan untuk pelatihan.

Sementara itu, pelatihan public speaking disampaikan oleh dua orang praktisi Ali Irfan pendiri Advance Learning Indonesia dan Syaakir. (T04_Red)

Scroll to top
error: