Menurut Fathul , penjualan menggunakan sistem kiloan dengan harga Rp85.000 per kilogram. Jika stok habis, kelompoknya akan langsung membeli bibit baru untuk diputar kembali.
Penguatan Ekonomi
Pimpinan Baznas RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, Idy Muzzayat, menegaskan bahwa esensi dari Balai Ternak ini adalah penguatan ekonomi produktif jangka panjang.
“Target utama kami adalah mengubah para penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki), atau minimal menjadi munfik yang mampu bersedekah. Saat ini Baznas memiliki 100 titik Balai Ternak se-Indonesia (unggas, sapi, kambing/domba). Potensi di Tegal sangat besar, terlebih daerah ini terkenal dengan kebutuhan kambing muda yang tinggi untuk industri sate,” jelas Idy.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. HM. Mukhsin Jamil, M.Ag., menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan intensif agar peternak kecil yang tergabung memiliki semangat kemandirian.
Ketua Baznas Kabupaten Tegal Akhmad Rofiki menururkan, program serupa sebelumnya juga pernah sukses dilaksanakan di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. (**)



