“Ini kita sudah kumpul dari teman-teman yang ada di Pantura dan juga ada yang di tengah seperti Kabupaten Semarang, Kendal, daerah-daerah tangkapan. Kami berharap dengan diskusi ini akan menjadi penyamaan persepsi. Bagaimana nanti langkah yang akan di lakukan di daerah hulu, di daerah hilir seperti apa sehingga kondisi lingkungan kita ini bisa di jaga dengan baik,” kata Sumarno.
Sumarno berpesan kepada peserta Rembug Pembangunan agar memandang masalah kerusakan lingkungan dari pendekatan agama. Bahwa merusak lingkungan, membuang sampah sembarangan, merupakan dosa karena membuat orang lain menderita.
“Hari ini saya minta tolong ke teman-teman dari kabupaten/ kota agar meminta tokoh-tokoh agama, dan bersama-sama memunculkan kepedulian kepada lingkungan,” tegasnya.
Sumarno juga memberikan apresiasi kepada daerah yang mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, yaitu Kendal dan Demak. Kabupaten Kendal bahkan mencapai peringkat tertinggi di Jawa Tengah dengan angka 7,99%.
“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah ini bukan provinsi sendiri karena provinsi adalah agregat dari teman-teman Kabupaten Kota. Jadi kami terima kasih sekali dan itulah bentuk dari kita kumpul seperti ini adalah kita bagaimana menyamakan persepsi, berkolaborasi supaya tadi capaian-capaian kinerja utama itu bisa sama-sama ekseleratif. Karena ekseleratifnya Kabupaten Kota itu adalah ekseleratifnya juga provinsi,” pungkasnya. (*)



