Selain itu, Pemprov Jateng juga memberikan bantuan TMMD di empat titik senilai Rp 921 juta, bantuan pembangunan hunian baru bagi korban bencana sebanyak 18 unit senilai Rp 900 juta. Adapun sambungan listrik gratis dan pompa air tenaga surya Rp 131,6 juta, hingga bantuan sosial UEP, KUBE, dan KaJen senilai Rp 1,515 miliar.
Pendidikan
Tak hanya fokus pada sektor ekonomi dan infrastruktur, bantuan juga menyasar pendidikan dan penguatan desa. Pemprov mengalokasikan bantuan uang sekolah dan lembaga pendidikan senilai Rp 16,545 miliar serta internet desa untuk delapan titik desa miskin ekstrem dan desa wisata.
Gubernur menegaskan, pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai program terintegrasi. Mulai dari renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, layanan dokter spesialis keliling (Speling), sekolah gratis bagi anak keluarga miskin, hingga penyaluran bantuan sosial.
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga terus mendorong investasi masuk agar mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Maka saya minta semua daerah menyiapkan kawasan industri baru, Brebes menjadi salah satu yang akan kita kembangkan terkait ini,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas perhatian besar Pemprov Jateng terhadap Brebes. Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting karena menyentuh hampir seluruh aspek kebutuhan masyarakat.
“Sudah kami catat semua arahan Gubernur, bantuan ini akan kami kawal agar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, masih banyak desa dan kelurahan di Brebes yang membutuhkan perhatian serius terkait kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Dengan dukungan tersebut, pihaknya optimistis penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (**)


