Batang  

Perencanaan Harus Matang, Kerjasama Sister City Diminta Jangan Jadi Formalitas

Foto H Muafie

”Ketahanan dan kelestarian budaya harus di perhatikan. Budaya apa yang akan kita kerjasamakan dengan mereka harus jelas. Jangan sampai kita malah larut dan budaya kita hilang dengan adanya sister city,” tegasnya.

Muafie juga menyoroti pentingnya penentuan leading sector dalam kerja sama tersebut. Terutama dari sektor pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi, kebudayaan hingga pertanian harus di persiapkan secara serius. Ia mencontohkan, jika terdapat program pertukaran pelajar maupun kerja sama tenaga kerja, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Tenaga Kerja harus siap. Tidak hanya itu, Muafie juga meminta adanya evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program sister city. Evaluasi bisa di lakukan per semester atau tiga bulanan dari OPD yang terlibat.

BACA JUGA :  Meriahkan HAB ke 80, Kemenag Batang Gelar SKJ dan Pembagian Sembako

”Dengan evaluasi, kita jadi tahu perkembangan program ini. Evaluasi menjadi penting agar kerja sama sister city tidak hanya ramai di awal serta tidak kehilangan arah dalam pelaksanaannya,” tandas Muafie. (**)