BATANG, smpantura – Langkah progresif Bupati Batang M Faiz Kurniawan dalam menjalin kerja sama sister city dengan kota Zhijiang, China, mendapat dukungan dari kalangan DPRD. Namun kerjasama ini di harapkan tidak berhenti sebatas simbolik dan seremonial semata. Sister city di minta mampu menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.
”Kerjasama sister city antara Batang dan Zhijiang bisa mengangkat nama Batang dalam konstelasi global. Namun ini jangan sekadar formalitas dan hanya terdengar gaungnya saja. Terpenting dari itu semua, kerjasama ini harus memberikan dampak nyata bagi kemajuan di Batang,” ujar anggota Komisi I DPRD Batang, H Muafie, Senin (11/5).
Ia menegaskan, dukungan terhadap program sister city tersebut harus di barengi dengan perencanaan yang matang serta kesiapan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Menurut Muafie, Pemkab Batang perlu memetakan secara jelas sektor-sektor unggulan yang bisa di tawarkan kepada Zhijiang agar kerja sama dapat menghasilkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.
Dengan demikian bisa mendorong terciptanya sirkulasi ekonomi yang konkret. Terutama dalam penguatan mata rantai pasok, pertumbuhan usaha kecil mikro menengah (UMKM), hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
”Kita tentu berharap sirkulasi ekonomi yang di akibatkan dari kerjasama ini benar benar terwujud. Jenis pasokan apa yang bisa di berikan ke Zhijiang harus di petakan. OPD pengampu juga harus di siapkan sumber daya manusianya. Harapannya, ada sirkulasi ekonomi yang tumbuh dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Momentum Kebangkitan
Ketua DPD Partai Nasdem Batang ini menambahkan, kerja sama sister city di harapkan bisa menjadi momentum kebangkitan UMKM Batang. Untuk itu, produk-produk lokal harus di persiapkan agar mampu menembus pasar internasional melalui kerja sama tersebut. Selain aspek ekonomi, kerja sama sister city juga di nilai harus memperhatikan sektor kebudayaan. Menurut Muafi, sektor ini juga harus menjadi perhatian serius agar identitas daerah tetap terjaga di tengah terbukanya hubungan internasional.


