Peringati HDI, Diusulkan SLB di Pemalang Ditambah

PEMALANG – Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat akan mengusulkan pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menambah Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah tersebut. Hal itu disebabkan SLB yang ada dinilai belum bisa memenuhi kebutuhan untuk anak anak berkebutuhan khusus.

“Saya mendapat masukan dari Kepala SLB Negeri 2 Pemalang saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) terkait dengan permasalahan yang mereka hadapi. Masukan yang disampaikan pada saya yaitu terkait dengan penambahan SLB sebab sekolah yang berada ditengah kpta, sedangkan rumah anak anak yang disabilitas berada di Pemalang bagian Selatan dan Timur,” ujar Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, baru baru ini.

Ia mengatakan, momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2022 bisa dijadikan langkah dalam rangka menegaskan kepedulian dan solidaritas. Terkait perlindungan penyandang disabilitas, yaitu mengubah paradigma karitatif dan charity based (belas kasih) menjadi paradigma yang human rights based (pemenuhan hak). Pihaknya mengajak pada semua pihak agar bisa menciptakan ruang, sehingga penyandang disabilitas mampu berperan potensi yang dimilikinya. secara aktif, diberbagai aspek kehidupan. Peran inovasi dalam mendorong dunia yang dapat diakses secara adil, pihaknya mengajak serta menggugah seluruh stakeholder yang ada di Pemalang. Pihaknya mengajan pemerintah, swasta, dunia usaha maupun dunia kerja, untuk bersama-sama memberikan ruang serta kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk beraktifitas dan berkreatifitas. Dengan dukungan dari berbagai unsur, pihakbya yakin akan mampu mengantarkan mereka memperoleh hak dan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan di Pemalang.

BACA JUGA :  Menuju ZI dan WBK, Kantor Imigrasi Pemalang Tanda Tangan Komitmen Bersama

“Saya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Plt Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, hal tersebut menunjukkan kepeduliannya pada anak anak berkebutuhan khusus. Dalam kesempatan tadi saya sampaikan usulan untuk penambahan SLB untuk anak anak disabilitasdi wilayah timur dan selatan, sebab banyaj murid SLB yang berasal dari daerah itu,” tandas Kepala SLB Negeri 2 Pemalang, Imam Wusono.

Ia mengatakan, penambahan SLB bisa dilalukan oleh pemerintah kabupaten, sesuai dengan jenjangnya seperti SLB tingkat SD, maupun SMP. Anak anak berkebutuhan khusus bisa dididik dan dibekali ketrampilan agar bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Salah satu bukti nyata yaitu para murid SLB Negeri 2 Pemalang bisa berkreasi dan berinovasi membuat produk kerajinan tangan. Kualitas produk yang mereka hasilkan tidak kalah dengan para perajin produk UKM pada umumnya. (T08-Red)

Scroll to top
error: