Perpusda Jateng Catat 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025

Selain buku cetak, pihaknya juga menyediakan buku digital dan braille. Rinciannya, e-book iJateng sebanyak 22.215 judul (209.626 eksemplar), e-book tugu titik baca di ruang publik sebanyak 2.550 judul (2.550 eksemplar), serta buku braille untuk difabel sebanyak 982 judul (1.072 eksemplar).

Rahmah menekankan, tingginya kunjungan ini tidak terlepas dari sejumlah inovasi. Pada 2024, Perpusda Jateng direvitalisasi dengan memperluas gedung dari semula 3.000 meter persegi menjadi 4.175 meter persegi. Selain itu membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) ikonik, ruang audiovisual, serta memperbaiki interior gedung.

Pada 2025, inovasi dilanjutkan dengan menghadirkan Aksara Kafe D’ Rooftop di Lantai 3. Kafe berkonsep warung angkringan ini menyediakan berbagai koleksi bacaan untuk menarik minat generasi muda.

“Kafe Aksara itu salah satu inovasinya. Jadi mereka di sini bisa ngopi dan berliterasi. Jadi diskusi di tempat umum sembari ngopi, istilahnya, ngopi literasi,” ungkap Rahmah.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Dorong Peran Industri Keuangan dalam Memajukan Ekonomi Desa

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, selain inovasi fasilitas, berbagai kegiatan literasi juga terus digalakkan. Hari ini, misalnya, digelar lomba resensi, bazar buku, lomba baca puisi berantai tingkat SMA, lomba lukis tong sampah tingkat umum, serta pameran buku.

Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin, mendorong agar kegiatan semacam ini terus digalakkan untuk memperkuat literasi. Ia mengajak semua pihak, mulai pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, serta pegiat dan komunitas literasi, untuk aktif terlibat.

“Butuh dukungan dan kemitraan semuanya. Sehingga pada hari ini rangkaian acara ini semoga menjadi salah satu pemicu untuk pengembangan dan peningkatan literasi di Jawa Tengah ini,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. (**)