Polres Tegal Kota Blusukan ke Sekolah

  • Antisipasi Konvoi Motor dan Tawuran

TEGAL, smpantura – Polres Tegal Kota menerjunkan personel gabungan dari berbagai kesatuan dan fungsi, untuk blusukan ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), secara serentak. Itu dilakukan sebagai edukasi, antara lain, mencegah euforia setelah pengumuman kelulusan.

Aksi pelajat berusia remaja usai pengumunan kelulusan, biasanya dilakukan dengan coret-coret baju seragam mengunakan cat semprot, dan konvoi sepeda motor. ”Nah, yang kami khawatirkan, basanya berbuntut tawuran antarpelajar. Tak hanya saat siang atau sore hari. Bahkan ada yang berlanjut hingga malam hari dan hari berikutnya,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas.

Untuk itulah, kata dia, pihaknya menerjunkan personelnya ke sekolah-sekolah, dan melakukan edukasi, sosialisasi, dan pengarahan, agar jangan sampai terjadi meluapkan kegembiraan yang berlebihan. Tapi lebih memberi semangat agar dapat memanfaatkan proses belajar yang lebih baik. Sebab, perjalanan meraih masa depan mereka masih cukup panjang.

Gelar Apel
Seperti dilakukan jajaran Sat Lantas Polres Tegal Kota yang menyambangi SMP Negeri 8 Kota Tegal, yang berlokasi di Jl Proklamasi 14, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Senin (10/6). Kanit Regident Iptu Moh Kharis SH didampingi Kanit Turjawali Ipda Yuli Siswanto SH menggelar apel bersama pelajar sekolah itu, sebelum pengumuman kelulusan disampaikan.

BACA JUGA :  Penempatan Lulusan SMK Melalui Sinergi Quadro Helix

Dia secara khusus mengingatkan pelajar sekolah itu untuk lebih giat belajar. Karena setelah lulus SMP, masih ada pendidikan yang harus ditempuh seperti bersekolah di SMU atau SMK. ”Jadi untuk mengapai cita-cita lebih tinggi lagi, belajarlah lebih giat, lebih rajin dan hormati guru serta orang tua. Mintalah doa restu agar cita-cita Anda semua tercapai,” ucap dia.

Hal penting lainnya, tentang keselamatan dalam berkendara atau berlalu lintas. Jangan melakukan pawai atau konvoi sepeda motor yang dapat menggangu keselamatan pengguna jalan lainnya atau diri sendiri. Seperti menggeber-geber gas, tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, dan kebut-kebutan.

Menurut Iptu Kharis, hal itu tidak ada gunanya. Apalagi sampai membuat keributan seperti terjadi tawuran antarpelajar, dan ada korban luka. Atau berkonvoi, dengan alasan untuk membuat konten di media sosial. ”Manfaatkanlah waktu luangnya untuk meningkatkan kualitas Anda ke arah lebih baik. Jangan melakukan sesuatu hal yang merugikan orang lain apalagi sampai berdampak pada perbuatan kriminal,” pesan dia.(T02_Red)

Scroll to top
error: