Polres Tegal Kota Siagakan Personel di Malam Hari

  • Waspadai Curanmor dan Konvoi

TEGAL, smpantura – Polres Tegal Kota akan terus siap siagakan personel gabungannya di malam hari, dalam rangka menjaga kondusivitas keamanan dan ketentraman warga. Hal itu menyusul berakhirnya pengamanan terhadap hewan qurban, menjelang dan saat Hari Raya Idul Adha.

Perlu diketahui, sejak Jumat (14/6) hingga Senin (17/6), personel gabungan dari sejumlah fungsi dan kesatuan, mengelar patroli yang ditingkatkan, baik saat siang maupun malam hari. Hal itu untuk menjaga segala kemungkinan hal buruk menjelang hari besar umat Islam tersebut.

”Menjelang Idul Adha, kami terjunkan personel untuk menggelar patroli. Memantau keberadaan hewan kurban yang banyak berada di halaman masjid, mushola atau pekarangan warga. Kita pantau barangkali ada hewan yang lepas, seperti sapi. Atau mempersempit ruang gerak pelaku pencurian hewan kurban,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas, didampingi Kasat Samapta AKP Bambang Sridiartono.

Pihaknya bersyukur, hingga selesai penyembelihan hewan kurban dan pembagian dagingnya, semua berjalan lancar. Tidak ada gangguan apapun. Seperti tidak ada sapi yang lepas dari kandangnya, atau lepas saat diturunkan dari mobil bak terbuka. Juga tidak ada laporan pencurian hewan kurban.

BACA JUGA :  Civitas Akademika Poltek Muhammadiyah Tegal Gelar Mimbar Bebas Bela Palestina

Tetap Siagakan
Meski situasi dan keamanan kondusif, Polres Tegal Kota akan tetap siagakan personelnya untuk menggelar patroli. Khususnya saat malam hari hingga waktu subuh. Dengan menggelar patroli gabungan dari personel hingga tingkat polsek, diharapkan dapat membantu menjaga kongusivitas keamanan wilayah di Kota Bahari.

Karena sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), masing sering terjadi. Pencurian itu, kerap terjadi saat malam hari. Bahkan ada yang terjadi saat waktu Maghrib. Kemudian direntang habis Isya hingga pukul 23.30. Selebihnya, saat menjelang Subuh juga rawan terjadinya curanmor.

Hal lain yang masih terus diwaspadai, kata dia, adalah kemungkinan kemunculan konvoi sepeda motor dari sekelompok anak-anak usia remaja. Mereka berkonvoi, terkadang sambil membawa aneka senjata tajam. Hal itu diwaspadai karena dapat terjadi tawuran antarkelompok anak remaja.

”Upaya mencegah terjadinya konvoi yang dapat berbuntut tawuran, telah kami lakukan dengan meningkatkan patroli di malam hari hingga Subuh. Di sisi lain, sejumlah personel kami juga diterjunkan ke sejumlah sekolah untuk edukasi berkait keamanan berkendara dan mengimbau agar tidak menggelar konvoi sepeda motor yang dapat memancing terjadinya tawuran,” terang Kapolres Tegal Kota.(T02_Red)

Scroll to top
error: