Prabowo Kepincut Pengelolaan Sampah di Banyumas

Presiden juga menegaskan, persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dituntaskan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Dalam kunjungan itu, Presiden turut didampingi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hodayat, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Koordinator Pangan Hanif Faisol, serta Bupati Banyumas Sadewo.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, ketertarikan Presiden juga terlihat pada pengembangan RDF di Jawa Tengah yang terus diperluas.

“Saat ini ada 13 kabupaten dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” jelasnya.

Menurut Ahmad Luthfi, model Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan seluruh lapisan, dari rumah tangga hingga pemanfaatan akhir.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun mempercepat pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah, dengan dukungan empat pabrik semen sebagai offtaker hasil olahan sampah.

BACA JUGA :  Ning Nawal Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” tegasnya.

Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk kawasan dengan volume sampah besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.

Ahmad Luthfi optimistis Jawa Tengah mampu melampaui target nasional pengelolaan sampah yang dipatok pada 2029.

“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” ujarnya.

Kunjungan Presiden ini sekaligus mengukuhkan Banyumas sebagai salah satu model nasional pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor. (**)