Sementara untuk pengelolaan kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal telah menyiagakan petugas untuk mengangkut sampah dari lokasi Huntara setiap harinya.
Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkap) Kabupaten Tegal, Nurhapid Junaedi, membenarkan bahwa sisa 353 unit tersebut telah rampung. Saat ini, pihaknya fokus pada pemenuhan kelengkapan isi hunian serta instalasi air dan listrik. Adapun untuk proses penyerahan kunci, pemerintah daerah masih menunggu kesiapan dari Satker Kementerian PU.
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari sebelumnya berdampak pada 900 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal. Mengingat baru tersedia 456 unit Huntara, masih terdapat 333 KK yang harus menunggu giliran karena terkendala ketersediaan lahan relokasi yang tepat. Untuk sementara, mereka masih mengungsi di rumah kerabat, baik di dalam maupun di luar desa. (**)


