Ia berharap momentum long weekend membuat pelari dan pendamping tidak hanya tinggal sehari di Purwokerto. Dengan demikian, dampak terhadap hunian hotel, kuliner, UMKM, dan destinasi wisata bisa lebih besar.
“Biasanya kalau event itu hanya menginap sehari. Mudah-mudahan dengan long weekend mereka bisa lebih dari sehari, bisa dua atau tiga hari,” katanya.
Terkait target rekor MURI cheering terbanyak, Sumarno menyambut baik konsep tersebut. Ia mengatakan, salah satu daya tarik event lari bagi pelari adalah respons masyarakat di sepanjang rute.
Menurutnya, keramahan warga dan sambutan yang meriah akan memberi kesan kuat bagi peserta. Karena itu, pelibatan masyarakat dalam cheering menjadi bagian penting dari pengalaman Purwokerto Half Marathon.
“Yang menarik bagi runner untuk ingin kembali lagi adalah respons dari masyarakat yang di lewati. Kenyamanan dan keramahan itulah yang di harapkan,” ujarnya.
Dengan banyaknya titik cheering, Sumarno berharap masyarakat merasa memiliki Purwokerto Half Marathon. Event tersebut tidak hanya menjadi milik panitia dan pelari, tetapi juga menjadi gawe bersama warga Purwokerto.
“Kami berharap masyarakat Purwokerto merasa punya gawe, yaitu Purwokerto Half Marathon,” katanya.
Selain rekor cheering terbanyak, penyelenggara juga menyiapkan pemecahan rekor MURI edukasi pelari terbanyak tentang perlindungan konsumen. Edukasi tersebut di kemas melalui kampanye Run From Scam.
Edukasi
Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, Sumarno mengatakan, edukasi perlindungan konsumen penting karena transaksi masyarakat saat ini semakin banyak menggunakan layanan digital. Di sisi lain, risiko penipuan atau scam juga terus meningkat.



