Juru Kunci Makam Syekh Maualan Magribi di Desa Danaraja, Fathuri menuturkan, kitab Rambang sudah ada sejak berabad-abad silam. Kondisinya pun masih utuh.
“Kitab Rambang sarat akan makna terkandung mengenai berkehidupan manusia. Upacara buka kitab Rambang ini diadakan setiap tahun yakni saat Idul Adha,” katanya.
Kades Danareja, Riaji mengatakan, Kitab Rambang tidak dibuka sembarangan. Sesuai dengan yang ditinggalkan Syekh Maulana Magribi, bahwa Kitab Rambang dibuka sekali dalam setahun setiap Idul Adha.
“Pada saat Idul Adha, kalau di Danaraja pasti Kitab Rambang di Mekah buka Kabah. Jadi, dibuka hanya setahun sekali,” katanya. (T05-Red)