”Ini menjadi salah satu bukti, UPS Tegal adalah universitas yang ramah disabilitas, dan mampu mengembangkan Program Kampus Inklusif. Dengan menerima sosok mahasiswa disabilitas netra, dan membimbingnya dengan sepenuh hati, hingga mengantarkannya meraih gelar sarjana,” terang Prof Dr Taufiqulloh MHum.
Ahmad Zulfikar Al Farisi merupakan lulusan dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Keberhasilannya menyelesaikan studi menjadi representasi nyata dari dedikasi mahasiswa sekaligus dukungan sistematis yang di berikan pihak kampus.
Ruang Setara
Dalam momentum wisuda tersebut, Faris menyampaikan apresiasinya terhadap lingkungan akademik yang memberikan ruang setara bagi seluruh individu. Dia mengungkapkan, sebelumnya sempat menghadapi penolakan di berbagai institusi lain karena kondisinya, hingga akhirnya di terima dan di dampingi dengan baik di Prodi PPKn FKIP UPS.
“Saya bersyukur berada di lingkungan yang menyediakan atmosfer inklusif. Kampus ini terus belajar dan berjuang menjaga inklusivitas agar setiap proses pembelajaran dapat di ikuti dengan baik. Dukungan dari dosen-dosen PPKn sangat berperan penting dalam kelancaran studi saya,” ucap Faris.
FKIP UPS Tegal secara konsisten menyediakan fasilitas penunjang untuk mobilitas mahasiswa berkebutuhan khusus, mulai dari aksesibilitas gedung yang ramah kursi roda hingga toilet disabilitas. Selain sarana fisik, Prodi PPKn juga menerapkan metode pembelajaran adaptif guna memastikan setiap mahasiswa mendapatkan hak pendidikan yang sama.
Rektor Universitas Pancasakti Tegal, Prof Dr Taufiqulloh MHum menegaskan, bahwa inklusivitas merupakan nilai penting yang di pegang teguh universitasnya. Karena setiap individu memiliki hak yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi tanpa terkecuali.


