Rekanan Diminta Percepat Pekerjaan Fisik

 

TEGAL, smpantura – Komisi I DPRD Kota Tegal, meminta seluruh rekanan untuk mempercepat pekerjaan proyek fisik di sejumlah sekolah sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

Hal itu mengemuka saat Komisi I bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, melakukan kunjungan lapangan ke beberapa sekolah, Senin (10/10).

Berdasarkan data rekapitulasi keterlambatan pekerjaan fisik Bidang Pendidikan Dasar, Disdikdibud Kota Tegal, terdapat 10 paket pekerjaan yang progres realisasinya baru mencapai 37 persen hingga 68 persen.

Pekerjaan itu meliputi, rehabilitasi pagar keliling SDN Kaligangsa 3, Kalinyamat Kulon 1 dan 3, pembangunan ruang TU dan ruang laboratorium IPA SMP Islam Terpadu Usamah, rekonstruksi ruang guru dan kepala sekolah SDN Panggung 7.

Kemudian, rehab ruang kelas SD Ihsaniyah Gajahmada, SD Ma’mur Ni’mah, rekonstruksi ruang kelas SDN Mintaragen 2 dan 6, rekonstruksi ruang perpustakaan SDN Mintaragen 7 serta pembangunan ruang perpustakaan SMPN 11.

“Konsultan harus melaporkan progres secara berkala. Jangan sampai mulur melebihi perencanaan. Karena kalau lebih, terjadi wanprestasi,” terang Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, KH Habib Ali Zaenal Abidin.

BACA JUGA :  Dosen Farmasi Poltek Harber Beri Edukasi Sabun Cair dari Belimbing Wuluh

Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Mohamad Muslim, yang meminta rekanan dapat memanfaatkan sisa waktu sebaik mungkin. Sebab, melihat kontrak, mayoritas pekerjaan fisik akan selesai pada November-Desember 2022.

“Ada satu yang harus selesai akhir Oktober, yaitu pekerjaan rekonstruksi ruang guru dan kepala sekolah SDN Panggung 7. Rekanan dan konsultan, kita minta kebut. Bila perlu lembur dan tambah pekerja,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Disdikdibud Kota Tegal, M Ismail Fahmi memaparkan, terdapat beberapa pekerjaan yang realisasi fisiknya masih di bawah target. Seperti halnya pembangunan ruang TU SMP Islam Terpadu Usamah, yang baru mencapai 47,456 persen dari target 58.693 persen.

Menurut Fahmi, masih ada waktu sekira 28 hari untuk mengejar keterlambatan. Namun, tetap memperhatikan kualitas fisik bangunan.

“Tetap dikebut pekerjaannya, tetapi juga tidak asal. Kualitas harus tetap diperhatikan,” tukasnya. (T03-Red)

Scroll to top
error: