Meski demikian, DPRD menilai wilayah selatan masih menjadi pekerjaan rumah besar karena sejumlah daerahnya memiliki angka kemiskinan yang relatif tinggi.
“Selatan Jateng ini memang memberi kontribusi besar problem kita karena masih di bawah rerata kemiskinan,” kata dia.
Sektor Ekonomi
Karena itu, DPRD mendorong pengembangan sektor ekonomi berbasis wisata dan ekonomi syariah sebagai strategi mempercepat kesejahteraan masyarakat.
“Potensi pangan dan energi di selatan sangat besar. Maka ekonomi wisata dan syariah harus di kembangkan agar mampu mengurangi kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Setya.
DPRD Jateng juga berharap pembangunan di kawasan Pantura dan Pansela dapat berjalan lebih seimbang melalui kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan.
“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Rembug Pembangunan di gelar untuk menyerap kebutuhan riil dari daerah agar arah pembangunan lebih terintegrasi.
Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya di susun dari atas, melainkan harus melibatkan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi agar program berjalan selaras.
“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug? Harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy kita bersama. Sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas,” kata Luthfi.
Ia menambahkan, karakter wilayah Pantura dan Pansela berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. (**)



