Slawi  

Ribuan Warga Sambut Kirab Tombak Kyai Plered Hingga Berebut Saweran

“Sawer, sawer!” seru warga kompak sambil berebut uang logam di aspal.

Tidak mau kalah, Wakil Bupati Ahmad Kholid ikut merogoh kantong dan membagikan uang kertas pecahan Rp500 hingga Rp5.000. Aksi spontan ini langsung di ikuti oleh Sekda Amir Makhmud dan para kepala OPD, hingga rombongan memasuki kawasan Alun-Alun Hanggawana.

“Bagus, keren banget acaranya! Di tambah lagi tadi seru bisa dapat duit dari Pak Ischak,” ujar Hafiz, salah satu siswa sekolah dasar yang ikut berebut saweran sambil memamerkan uang logam di tangannya.

Di balik kemeriahan dan tradisi saweran, momen setahun sekali ini juga di manfaatkan para pendidik sebagai media pembelajaran kontekstual yang nyata bagi anak-anak.

Cinta Daerah

Alvian, seorang guru dari SD Aisyiyah Slawi, sengaja memboyong 40 siswa kelas 5 untuk berdiri di depan Markas Brigif 4/Dewa Ratna. Menurutnya, kegiatan ini sangat efektif untuk mengenalkan adat sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah kelahiran sejak dini.

BACA JUGA :  Warga Cilongok Tegal Mengadu ke DPRD, Desak Pembangunan Jembatan Kalierang Rampung Sebelum Lebaran

“Lewat acara ini, anak-anak bisa mengenal budaya daerahnya secara langsung. Mereka juga bisa melihat wajah Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat lain yang biasanya cuma bisa dilihat lewat foto atau poster,” tutur Alvian yang dengan sabar menjelaskan pertanyaan siswa tentang tradisi yang tengah disaksikan.

Hal senada di utarakan oleh Purwono, guru SD Kagok 01. Ia yang mendampingi 40 siswa kelas 4 dan 5 menilai bahwa menyaksikan kirab sejarah secara langsung jauh lebih membekas di ingatan siswa ketimbang hanya membaca buku teks di dalam kelas.

Rangkaian ritual Kirab Pusaka Tombak Kyai Plered ini sebenarnya sudah di mulai sejak Sabtu (16/5/2026) pagi. Prosesi di awali dengan penyerahan tombak oleh Bupati Ischak kepada keluarga besar Kalisoka untuk di semayamkan semalam di Padepokan Pangeran Purbaya Kalisoka.