Slawi  

RSI PKU Gelar Pengajian, Dakwah Muhammadiyah Harus Solutif

Di bidang pendidikan, Rofiq memaparkan terobosan Universitas Siber Muhammadiyah yang menggunakan teknologi metaverse.

“Di sana, mahasiswa belajar sepenuhnya secara online dengan teknologi metaverse. Kita masuk menggunakan avatar dan bisa duduk bersama di kelas digital meski secara fisik berada di kota yang berbeda, seperti Yogyakarta atau Palembang. Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah terus mendorong digitalisasi tanpa kehilangan penciri mata kuliah keislamannya,” paparnya .

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Fathin Hammam menyatakan, Hari Bermuhammadiyah bertujuan menciptakan suasana berorganisasi yang menggembirakan.

“Kami ingin membawa suasana gembira. Selain pengajian, ada stand UMKM dan pertunjukan seni. Ini menjadi tempat silaturahmi, menuntut ilmu, sekaligus interaksi bisnis bagi warga,” tutur Fathin. Ia juga mengapresiasi kehadiran jajaran Forkopimcam, mulai dari Camat hingga Kapolsek Adiwerna.

BACA JUGA :  Guru Honorer Mengadu ke DPRD Kabupaten Tegal Soal Kuota PPPK

Camat Adiwerna, Wuryanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kajian seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan umat agar lebih memahami dinamika perkembangan zaman. “Ini kegiatan yang sangat bagus. Ke depan, diharapkan bisa diselenggarakan di tempat yang lebih representatif agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang lagi,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pembagian tiga hadiah doorprize menarik bagi para jemaah yang berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber, menambah keceriaan di akhir kegiatan. (**)