Rusak Parah, Atap SDN 3 Kedunguter Mendesak Ditangani

BREBES, smpantura – Atap ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kedunguter, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, kini kondisinya rusak parah, dan sejak tahun 202o lalu belum mendapatkan penanganan serius. Kerusakan itu mendesak ditangani, karena membahayakan siswa serta guru yang beraktifitas di sekolah tersebut.

Kepala SDN3 Kedunguter, Nurrokhim mengungkapkan, sejak menjabat pada April 2022 kemarin, pihaknya belum bisa berbuat banyak. Sebab, kondisi kerusakan atap di ruang guru tersebut semakin parah. Dalam sistem Dapodik dan aplikasi Krisna, kerusakan itu sudah diajukan tetapi belum terakomodir.

“Atap di ruang guru yang kerusakannya rusak parah. Kondisinya ambrol karena dimakan rayap. Sehingga tidak bisa ditempati dan sementara pindah ke ruang kelas 2,” jelasnya kepada wartawan, Senin (26/12).

Menruut dia, dari total 7 ruang yang dimiliki, ruang guru saat ini terpaksa menempati ruang kelas 2. Sehingga, waktu pembelajaran kelas dua diberi jadwal shift siang, dengan memanfaatkan ruang kelas 1 selesai. Melalui sistem itu, sehingga proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak terganggu.

“Jumlah total murid ada 150 anak. Lantara ruangnya terbatas, shift siang diberlakukan khusus kelas 2. Artinya, KBM kelas 2 dimulai setelah kelas 1 selesai belajar,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Ratusan Perangkat Desa di Brebes Geruduk DPRD Tolak Masa Jabatan Disamakan Kades

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes Caridah, melalui Kabid Pendidikan Dasar Juwita Asmara menjelaskan, berdasarkan hasil tinjauan langsung ke SDN 3 Kedunguter, kondisi kerusakannya memang sudah parah karena termakan usia. Apalagi sudah puluhan tahun belum pernah dilakukan peremajaan bangunan.

“Kerusakan sarpras, khususnya ruang kelas di SDN3 Kedunguter ini memang parah. Tapi, di Brebes total sekolah yang sarprasnya rusak jumlahnya mencapai 343 sekolah,” terangnya.

Menurut dia, faktor kendala belum bisa disegerakannya rehabilitasi sarpras bangunan dan infrastruktur gedung sekolah karena beberapa hal. Di antaranya, terlalu banyaknya jumlah sekolah yang rusak, dan kurangnya kompetensi operator Dapodik di semua sekolah saat entry data. Sebab, masih banyak usulan rehabilitasi sarpras ruang kelas di aplikasi Krisna datanya belum detail. Artinya, banyak data kerusakan sekolah yang diusulkan untuk
perbaikan sarpras belum lengkap. “Atas kendala ini, kami juga segera menggelar Bintek operator dan menggandeng pemangku kebijakan untuk usulan perbaikan sarpras,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: