Sekda Jateng Ajak ASN Jadi Bapak Asuh bagi 62 Mahasiswa Beasiswa Korea Selatan

“Harapan kami nanti dengan jelasnya hasil dari anak-anak ini, kita bisa sesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujarnya.

Dijelaskan, seluruh kebutuhan dasar program telah dianggarkan melalui APBD, mulai dari pelatihan, tes, hingga keberangkatan.

“Untuk biaya pendidikan dan keberangkatan, kami masih mampu menyesuaikan dengan sisa anggaran Rp2,7 miliar. Namun yang paling krusial adalah dana jaminan visa Rp200 juta per anak,” jelasnya.

Dengan asumsi seluruh 62 peserta lolos, lanjut Isnaini, kebutuhan dana jaminan bisa mencapai hampir Rp13 miliar. Saat ini, lembaga pelatihan kerja (LPK) telah berkomitmen membantu sekitar Rp5,5 miliar, sementara sisanya masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Untuk pengurusan visa satu anak membutuhkan deposit selama 3-4 bulan itu Rp 200 juta. Ini yang nanti akan jadi kendala,” katanya.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Gandeng Santri Jawa Tengah Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Sementara itu, Dekan Kantor Urusan Internasional Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, mengapresiasi kesiapan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam menyiapkan peserta.

“Dari 10 negara yang kami kunjungi, Indonesia adalah yang paling siap. Ini hasil kerja keras pemerintah daerah,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 10 ribu mahasiswa asing telah menempuh studi di Chungcheongbuk-do melalui program serupa.

Hal senada disampaikan Direktur Kerja Sama Internasional kampus tersebut, You Young Oh. Ia mengaku terkesan dengan kualitas pelajar Jawa Tengah.

“Setelah wawancara, saya ingin membawa semua siswa ke Korea. Mereka luar biasa,” katanya.

Pihak universitas juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk peluang beasiswa tambahan dan program penempatan kerja bagi mahasiswa asing. (**)