Sekda Jateng Ajak ASN Jadi Bapak Asuh bagi 62 Mahasiswa Beasiswa Korea Selatan

SEMARANG, smpantura – Sedikitnya 62 siswa penerima beasiswa ke Korea Selatan asal Jawa Tengah menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan deposit sebesar Rp200 juta per anak.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyiapkan solusi inovatif agar para siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu itu tetap bisa melanjutkan studi ke Korea Selatan.

Untuk mengatasi ketentuan deposit Rp200 juta per mahasiswa dalam proses pengurusan visa, Sumarno berencana melibatkan para pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Tengah sebagai “orang tua asuh.”


“Uang itu hanya jaminan di rekening, tidak hilang. Saya akan mengajak teman-teman di Pemprov untuk menjadi Bapak Asuh, mungkin satu orang mendampingi satu anak,” ujar Sumarno usai menerima audiensi Universitas Di Chungoheongbuk-do Korea Selatan Terkait Penerima Beasiswa Sister Province di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu 15 April 2026.

Langkah ini diambil karena program beasiswa Sister Province ini memang didesain khusus untuk pengentasan kemiskinan. Berbeda dengan beasiswa akademik lainnya, program ini berorientasi pada kompetensi kerja agar lulusannya kelak dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga.

BACA JUGA :  BPK RI Awali Audit Semester II di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Pentingnya Transparansi

“Ini salah satu dari program kita untuk masalah pengentasan kemiskinan sebetulnya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengupayakan keringanan biaya dari kampus tujuan, terutama untuk asrama mahasiswa. Dengan langkah ini, diharapkan lebih banyak peserta dapat terakomodasi.

“Kami juga minta bantuan karena asramanya adalah milik dari perguruan tinggi, kasih diskon lah supaya bisa ter-cover lebih banyak,” ujar Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Kebutuhan

Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng, Syamsudin Isnaini, menambahkan dari 1.825 pendaftar, seleksi telah mengerucut menjadi 62 peserta yang akan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 17 Mei 2026. Hasil ujian ini akan menjadi penentu akhir keberangkatan ke Korea Selatan.