Hingga saat ini, sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 polres pada delapan polda telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut. Dengan total pinjaman mencapai Rp30,3 miliar.
Selain itu, Polri juga membangun infrastruktur penyimpanan pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas. Sebelumnya telah di bangun 18 gudang penyimpanan di 12 provinsi, dan pada tahun ini kembali di lakukan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan baru.
“Total gudang ketahanan pangan Polri nantinya mencapai 28 unit dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton. Dan satu unit berkapasitas 10.000 ton yang di targetkan selesai Juni 2026,” kata Kapolri.
Ia menegaskan, gudang tersebut tidak hanya di gunakan untuk penyimpanan jagung, tetapi juga berbagai komoditas pangan strategis lain seperti beras.
Di sisi lain, Polri juga terus memperkuat dukungan terhadap program makan bergizi gratis melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga Mei 2026, Polri telah memiliki 1.376 SPPG, terdiri atas 736 unit yang telah beroperasi, 172 unit tahap persiapan operasional, dan 468 unit dalam tahap pembangunan.
Apabila seluruh fasilitas tersebut beroperasi penuh, di proyeksikan mampu melayani 3,44 juta penerima manfaat. Sekaligus menyerap sekitar 68 ribu tenaga kerja.
Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan ketahanan pangan menjadi fondasi utama keberlangsungan sebuah negara.
“Kita harus bekerja keras supaya semuanya aman, tertib, dan lancar. Aman dan tertib suatu negara sangat di tentukan oleh pangan,” kata Prabowo.
Swasembada
Menurut Presiden, swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, BUMN, hingga TNI dan Polri yang terlibat langsung di lapangan.



