Tunggu Perbaikan, Kontainer Rusak Tetap Digunakan Angkut Sampah

SLAWI, smpantura – Sejumlah kontainer sampah yang milik Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kabupaten Tegal, kini dalam kondisi sudah tidak layak pakai.

Kendati demikian, kontainer tersebut terpaksa tetap digunakan mengangkut sampah.

Kondisi salah satu kontainer yang rusak dengan sejumlah bagian berkarat dan berlubang sempat dilaporkan masyarakat melalui media sosial.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal Eko Supriyanto menuturkan, dari 18 kontainer sampah yang dimiliki DLH Kabupaten Tegal, dua kontainer saat ini sedang dalam proses pembetulan di bengkel, dan enam kontainer lainnya kondisinya memprihatinkan perlu perbaikan.

Keenam kontainer tersebut memang masih dioperasikan, untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di titik tempat pembuangan sementara sampah.

Perbaikan keenam kontainer ini sudah diusulkan pada perubahan APBD Kabupaten Tegal Tahun 2022.

“Perbaikan keenam kontainer ini sudah kami sampaikan di APBD perubahan 2022. Mudah-mudahan disetujui, karena sudah sangat mendesak untuk menampung dan mengangkut sampah ke TPA (tempat pemrosesan akhir) Penujah,” kata Eko.

Eko menyebutkan, di tahun sebelumnya, pihaknya sudah mengusulkan rencana perbaikan dan pengadaan kontainer sampah baru.

Hanya saja, usulan tersebut tidak dapat direalisasi akibat refokusing anggaran selama masa pandemi Covid-19.

Pembelian kontainer dilakukan tahun 2019. Saat itu DLH membeli dua kontainer sampah. Sedangkan di tahun 2020, berhasil memperbaiki lima unit kontainer sampah. Namun, di tahun 2021, tidak ada alokasi anggaran untuk ini.

BACA JUGA :  Diamankan Karena Hendak Tawuran, Puluhan Anak Menangis di Kaki Orangtua

Diakui, kerusakan plat besi pada kontainer sampah ini kerap kali terjadi. Penyebabnya adalah air lindi atau cairan dengan tingkat keasaman tinggi yang dihasilkan dari timbunan sampah di dalamnya akibat paparan air hujan. Kondisi ini mempercepat terjadinya korosi pada kontainer.

“Kontainer sampah ini sifatnya mobile, pengganti TPS (tempat penampungan sementara). Dua sampai tiga hari sekali kontainer ini kami angkut ke TPA menggunakan truk armroll. Pada durasi waktu itu, khususnya saat musim penghujan, air lindi terbentuk yang akhirnya membuat plat besi di kontainer berkarat,” ujarnya.

Lebih lanjut Eko memaparkan untuk mengangkut sampah di seluruh wilayah, DLH Kabupaten Tegal didukung oleh 30 armada pengangkut sampah.

Rinciannya, 27 unit berupa dump truk dan tiga unit lainnya berupa truk armroll. Adapun penempatan kontainer sampah ini ada di 18 titik lokasi, terutama di pasar yang tidak tersedia TPS, seperti Pasar Banjaran, Pasar Lebaksiu, Pasar Kupu, dan lain sebagainya.

Sementara untuk kebutuhan di rumah sakit dan perusahaan di Kabupaten Tegal, pihaknya menekankan agar mereka menyediakan kontainernya sendiri.

Adapun DLH tinggal mengangkutnya ke TPA. Kebijakan ini diterapkan, karena jumlah kontainer sampah yang terbatas.

Eko menambahkan jika sejumlah kebutuhan mendesak untuk operasional armada pengangkut sampah seperti penggantian baru ban truk bisa diperhatikan di usulan perubahan APBD 2022. (T04-Red)

Scroll to top
error: