Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

 

SLAWI, smpantura – Warga RT 20, RT 04 RW 02 Dukuh Tembara , Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal bergotong royong secara swadaya membangun sebuah jembatan yang menghubungkan Dukuh Tembara dengan Desa Kejene, Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang.

Sarana jembatan tersebut memiliki peran penting untuk akses transportasi bagi petani khususnya untuk mengangkut hasil panen.

Pembangunan jembatan bermula dari adanya musibah yang dialami warga pada saat menyeberang Sungai Rambut , sehingga memakan korban jiwa.

Ketua panitia pembangunan jembatan, Rasidin mengatakan, pada tahun 2020 terdapat dua orang meninggal dunia karena terseret arus sungai.

Pada tahun 2021 musibah terulang kembali.Beruntung, satu warga yang terbawa arus berhasil diselamatkan dan tertolong jiwanya.

“Berawal dari warga yang hendak pulang dari kebun yang menyeberang Sungai Rambut dan terbawa arus memakan korban dua meninggal dan satu tertolong, awal pada tahun 2000 dan tahun 2021,”kata Rasidin

Rasidin mengatakan, warga kerap kali merasa khawatir apabila cuaca mendung dan turun hujan, sehingga harus bergegas pulang dari kebun untuk menghindari banjir bandang.

BACA JUGA :  Gelar Safari KB, Pemkab Tegal Bersinergi dengan Muslimat NU

Selanjutnya warga Dukuh Tembara menggelar musyawarah mengundang pemerintah Desa Tamansari berharap dibuatkan jembatan penghubung antara Dukuh Tembara dan Desa Kejene Kecamatan Randudongkal,Kabupaten Pemalang. Diperkirakan Panjang jembatan mencapai 30 meter .

Karena pemerintahan desa belum bisa menganggarkan pembangunan jembatan pada tahun ini, maka warga secara swadaya patungan untuk membangun jembatan.

Adapun iuran yang dikenakan sebesar Rp 200.000 per kepala keluarga. Itupun dibayarkan selama satu tahun dicicil sesuai kemampuan.

“Alhamdulillah saat ini terkumpul Rp 23.370.000 dan sudah dipergunakan untuk membangun satu tiang penyangga tepatnya di sebelah barat,”imbuh Rasidin .

Kepanitian yang dibentuk oleh warga yang kemudian disahkan oleh Pemerintah Desa Tamansari melayangkan juga proposal kepada para donatur seperti ke provinsi namun sampai saat ini belum ada balasan.

“Kami berharap sekali jembatan penghubung bisa terlaksana . Dengan adanya jembatan kami tidak kesulitan membawa hasil panen pertanian walaupun harus berswadaya. Kami juga berharap pemerintah daerah,provinsi maupun pusat bisa membantu supaya jembatan segera jadi,” kata Kasir salah satu warga Dukuh Tembara. (T04-Red)

Scroll to top
error: