Warga Kota Santri Sambut Meriah Kedatangan Rombongan Biksu Tudhong

  • Mampir di Koramil Wiradesa

KAJEN, smpantura – Sebanyak 32 biksu Internasional Tudhong yang melakukan perjalanan ribuan kilometer dari negara Thailand, pada Kamis pagi, sekitar pukul 08.30 WIB tiba di wilayah Kabupaten Pekalongan. Begitu sampai di perbatasan wilayah yang dikenal dengan sebutan Kota Santri, para banthe tudhong disambut meriah warga setempat. Selain di dikawal oleh sejumlah organisasi masyarakat maupun lainnya, warga pun dengan sabar menunggu kedatangan mereka di pinggir jalan.

Sekitar pukul 10.00 WIB pagi lebih, rombongan biksu internasional ini mampir di Koramil Wiradesa dan di tempat itu Kapolres Pekalongan, AKBP Wahyu Rohadi juga sudah menunggunya. Para Banthe lalu beristirahat sebentar untuk melepas lelah dan minum. Petugas kesehatan yang ditempatkan di Koramil Wiradesa lalu memeriksa kondisi kesehatan rombongan Biksu Tudhong.

Kapolres Pekalongan kepada sejumlah wartawan menjelaskan penyambutan terhadap biksu yang sedang melakukan ritual tudhong cukup lengkap. Bukan hanya dari jajaran pengamanan, Polri dan TNI, namun dari lintas agama juga ikut berpatisipasi menyambut kedatangan mereka.

”Penyambutan yang kami lakukan ini untuk menunjukkan kalau warga Kabupaten Pekalongan cinta dengan keaneka ragaman. Mudah mudahan para Banthe bisa menjalankan ritualnya hingga ke Candi Borubudur dengan lancar dan aman,” katanya.

BACA JUGA :  Golkar Ingin Jadi Pemenang Pemilu di Kota Santri, Hampir Semua Bacaleg Fighter

Untuk pengamanan, jajaran Polres Pekalongan melakukan pengawalan dengan menempatkan personel di tiap tiap penggal jalan, mulai dari perbatasan Pemalang – Kabupaten Pekalongan lalu ke perbatasan Kota Pekalongan. Sedangkan pengamanannya sendiri bukan hanya untuk rombongan biksu Tudhong, namun juga arus lalu lintas. Sebab kehadiran mereka sangat menarik perhatian masyarakatya sehingga banyak yang menunggu di pinggir jalan.

”Kebetulan kedatangan para Banthe saat jam ramai kendaraan sehingga beberapa personel Polres Pekalongan bertugas mengatur arus lalu lintas,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu biksu dari Indonesia, Wawan mengatakan selama menjalankan ritual tudhong sangat bersyukur lantaran mendapat sambutan baik oleh masyarakat di daerah yang dilaluinya. mTermasuk saat masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan, mereka banyak yang menyapa kepada rombongan Banthe Internasional. Rencananya, setelah sampai di Pekalongan akan bermalam di kediaman Habib Luthfi bin Ali Bin Yahya.

”Kita diminta oleh Habib Luthfi agar mampir di kediamannya, namun saya jawab rombongan biksu tak akan mampir,” katanya.

Mendengar jawaban tersebut, menurut Wawan wajah Habib Luthfi agak kecewa. Melihat perubahan wajah Habib, dia pun langsung mengatakan kalau biksu Tudhong tidak akan mampir namun ingin bermalam di rumahnya. (P05-Red)

Scroll to top
error: