2.754 Anggota PMR Madya dan Wira Uji Kecakapan

SLAWI,smpantura – Sebanyak 2.754 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan Wira mengikuti uji kecakapan dan pengukuhan di Lapangan Pemkab Tegal, Minggu (18/9). Pada uji kecakapan itu, beberapa materi yang diujikan meliputi materi gerakan Palang Merah dan materi donor darah. Peserta yang terdiri atas siswa SMP/MTs dan SMA/MA ini mengikuti ujian dengan berkelompok. Masing-masing menjawab pertanyaan yang diajukan penguji.

Uji kecakapan PMR Madya dan Wira ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-77 Palang Merah Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 September. Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo mengatakan, uji kecakapan diikuti 2.754 peserta, terdiri atas 1.783 PMR Madya dari 48 sekolah setingkat SLTP dan 971 PMR Wira dari 36 sekolah setingkat SLTA.
“Uji kecakapan diikuti 2.754 peserta dari 84 sekolah SLTP dan SLTA,”terang Iman.

Adapun rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-77 PMI yang dilaksanakan PMI Kabupaten Tegal meliputi aksi sosial donor darah sukarela yang digelar pada tanggal 16-17 September di Gedung PMI Kabupaten Tegal.

Kemudian pada Jumat (16/9) melakukan ziarah ke makam pendiri Kabupaten Tegal Ki Gede Sebayu dan tokoh PMI Kabupaten Tegal dr Bimo Bayuadji dan Supriyanto Satriyo S.Pd. Dilanjutkan malam harinya khotmil Quran dan malam tasyakuran di Aula PMI Kabupaten Tegal.

Selanjutnya pada Minggu (18/9) dilaksanakan upacara peringatan HUT ke-77 PMI yang dilaksanakan di lapangan area belakang Setda Kabupaten Tegal sekaligus uji kecakapan dan pengukuhan anggota PMR .
Pada upacara tersebut PMI Kabupaten Tegal juga menyerahkan penghargaan kepada pendonor yang telah melakukan donor sebanyak 10 dan 25 kali.

Selanjutnya, kegiatan lain yang akan dilaksanakan adalah lomba ketangkasan relawan dan pelatihan pertolongan pertama bagi disabilitas yang akan dilaksanakan di Gedung Disabilitas Adiwerna, Sabtu (24/9).

BACA JUGA :  Sekda Minta Definisi Pengangguran Dirubah

Pada upacara HUT ke-77 PMI , Iman Sisworo yang membacakan sambutan Ketua Umum PMI HM Jusuf Kalla menyebutkan, PMI dibentuk Pemerintah Indonesia sebagai kelengkapan negara di bidang kemanusiaan pada 17 September 1945 atau satu bulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbagai kegiatan kepalangmerahan dilakukan seperti penanganan bencana, penanganan konflik,penyediaan darah yang aman dan sehat, penanganan masalah kesehatan sosial dan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pembinan generasi muda dan tugas kemanusiaan lainnya.

Iman menyebutkan, filosofi tugas PMI seperti tangan di bawah dan tangan diatas. “ Tangan dibawah karena PMI menerima bantuan dari berbagai pihak baik masyarakat,perusahaan,lembaga/instansi/perorangan. Sementara tangan diatas karena seluruh sumber daya yang diperoleh disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan baik dalam atau luar negeri. Dengan berpegang pada prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yakni, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan,kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

Iman menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang memberikan bantuan materian dan non material kepada PMI selama ini. Kepada segenap jajaran PMI diajak untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh keikhlasan , profesional , transparan dan akuntabel sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat yang merupakan modal PMI untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak .

“Marilah Terus Bergerak Bersama dengan Terus Tebar Kebaikan ,”imbuhnya.

Iman melanjutkan, PMI di semua tingkatan diharapkan mengedepankan kegiatan yang terfokus pada kegiatan masyarakat dan terus menebar kebaikan dan manfaat pada masyarakat. Hal ini bisa dilakukan apabila seluruh pihak memiliki semangat yang sama untuk melakukan kegiatan dengan efektif,esisien tidak telalu banyak acara pertemuan dan rapat, tapi pada penguatan kapasitas dan aksi nyata agar dapat melakukan pelayanan yang tepat, profesional pada kemanusiaan. (T04-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: