Dia menilai potensi wisata yang luar biasa dapat dik embangkan dengan budaya bersepeda di sekitar Candi Prambanan.
“Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga melihat banyak potensi pariwisata. Ini adalah destinasi yang sangat indah dan dengan candi-candi yang Anda lihat. Anda dapat menarik banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda ke sini,” bebernya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk mulai menciptakan kota ramah sepeda. Karena, bersepeda onthel lebih murah daripada sepeda motor.
” Jadi mengapa tidak kita semua bersepeda?” ujarnya.
Apresiasi
Menanggapi kesan mendalam dari para tamu manca negara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan sejarah bersepeda yang di adakan di Klaten itu.
“Kami di Pemprov Jateng maupun dari Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata yang di kolaborasikan dengan olahraga. Olahraga sepeda ini bagi kami menjadi bagian juga untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah,” kata Sumarno yang ‘ngonthel’ dengan sepeda klasik Fongers buatan tahun 1940 -an.
Sumarno menambahkan, situasi konflik di Timur Tengah membawa dampak luar biasa terhadap harga BBM. Oleh karenanya, untuk Klaten yang daerahnya datar, masyarakat dapat menjalankan aktivitas ramah lingkungan dengan bersepeda.
“Mudah-mudahan nanti kegiatan ini juga menginspirasi untuk aktivitas-aktivitas yang kita lakukan lebih banyak bersepeda. Satu, ramah lingkungan. Yang kedua sepeda juga merupakan bagian kita untuk menjaga kesehatan,” lanjutnya.
Dia berharap, kehadiran para tamu manca negara dalam event IVCA 2026 juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di Prambanan. Para tamu akan berbelanja, konsumsi, makan dan sebagainya.



