“Itu menjadi bagian dari perputaran ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, dia sangat senang karena Kabupaten Klaten dipilih menjadi perwakilan untuk menggelar acara tahunan International Cycling History yang merupakan rangkaian dari International Cycling Festival.
Terlebih, ada perwakilan dari 40 negara di dunia, bahkan dihadiri oleh duta besar dari Belanda dan Jerman.
“Tentunya ini menambah semangat kita bersama untuk untuk menjadi tuan rumah yang baik di acara ini,” ujarnya.
Sarana Promosi
Hamenang mengamini pernyataan Sumarno, bahwa manfaat dari kegiatan tersebut sangat besar untuk daerah. Utamanya adalah menjadi sarana promosi Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah di dunia internasional.
Selain itu, juga menghadirkan tren bersepeda di tengah melonjaknya harga BBM dunia akibat situasi global. Bersepeda bisa menjadi salah satu solusi mengatasi hal tersebut.
“Setelah ini kita bersama-sama bisa kembali menggeliatkan bersepeda. Mungkin kalau hanya jarak 1 sampai dengan 5 kilo putar-putar di antar desa, kegiatan antar desa, rapat RT, RW, belanja di sekitar bisa menggunakan sepeda,” urainya.
Pengurus IVCA Jateng Sukarno Pandu menjelaskan, event kali ini diikuti oleh sekitar 100 pesserta IVCA yang berasal dari 40 negara. Mereka akan mengendarai sepeda klasik ke desa-desa di kawasan Prambanan.
Rombongan pengonthel IVCA 2026 itu pun menyita perhatian masyarakat desa sekitar Prambanan. Apalagi, ada juga yang mengendarai “penny farthing”, dan mengajak anak-anak desa untuk mencobanya.
Para pengonthel dari IVCA 2026 sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan di setiap desa. Saat berada di desa Kemudo para peserta IVCA 2026 menikmati suguhan musik gamelan, makanan, tarian dan permainan tradisional.



