BREBES, smpantura – Pembangunan 143 hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes segera dimulai.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat persiapan yang dipimpin Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Budhi Dharmawan, di Kantor Desa Sridadi, Rabu (25/3/2026). Dalam rapat itu, disepakati lokasi pembangunan huntara berada di lahan Perhutani petak 34 yang dinilai aman dari potensi pergerakan tanah.
Koordinator Penanganan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, membenarkan rencana pembangunan huntara korban tanah gerak di Bojongsari tersebut. Menurutnya, konsep huntara ini mirip dengan pembangunan sebelumnya saat tanah gerak melanda Dukuh Karanganyar Sridadi pada 2024 lalu.
Rumah semi permanen akan dibongkar, kemudian materialnya dipindahkan dan didirikan kembali di lokasi huntara.“BPBD juga menyiapkan perlengkapan seperti paku, seng, dan kalsiboard untuk mengganti bagian yang rusak. Selain itu, kayu juga disiapkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, proses pembongkaran, pengangkutan hingga pendirian kembali rumah di lokasi huntara akan dibantu oleh BPBD bersama relawan.
Bencana tanah bergerak sendiri melanda wilayah Bojongsari sejak akhir Januari 2026. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Brebes, sedikitnya 143 rumah terdampak, terdiri dari 10 rumah rusak berat dan 124 rumah lainnya dalam kondisi terancam.
Selain permukiman, dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan juga terdampak. Akses jalan utama desa sepanjang kurang lebih 700 meter dilaporkan ambles akibat pergerakan tanah.
Saat ini, sebagian warga Bojongsari yang terdampak tanah gerak masih mengungsi di posko pengungsian di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawirin Sridadi. Sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang dinilai lebih aman.(**)


