Brebes  

175 Ribu Ha Lahan di Brebes Berpotensi Alami Kekeringan

BREBES, smpantura – Sekitar 175 ribu hektare (Ha) lahan di Kabupaten Brebes berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau tahun 2026. Sementara itu BMKG Tegal memperkirakan puncak musim kemarau di Kota Bawang terjadi pada Agustus mendatang.

Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan yang dilaksanakan Pemkab Brebes, kemarin.

Data BPBD menyebutkan, dari luas lahan 175 ribu Ha yang berpotensi kekeringan saat kemaru, tersebar 17 kecamatan. Selain berdampak pada lahan, musim kemarau juga rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Sebanyak 10 kecamatan di Brebes masuk dalam peta daerah rawan kebakaran hutan dan lahah. Dari jumlah itu, 5 kecamatan masuk kategori tinggi dan 5 lainnya sedang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso mengatakan, berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk menghadapi bencana saar musim kemarau. Pihaknya juga sudah menyiapkan rencana operasi.

BACA JUGA :  Brebes Tuan Rumah Kejurnas INSEBA 2025, 383 Pesilat se-Indonesia Ambil Bagian

“Yakni, mulai dari pendataan wilayah rawan, sosialisasi, hingga dropping air bersih ke masyarakat terdampak,” ujarnya.

Dari sisi kesiapan, lanjut dia, berbagai unsur telah disiagakan. Termasuk, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Peralatan penanganan bencana seperti truk tangki, mobil damkar, hingga pompa pemadam juga telah dipersiapkan. PDAM pun siap mendukung distribusi air bersih melalui koordinasi satu pintu BPBD.Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi. Seperti lokasi sumber air yang jauh dan keterbatasan tampungan air di desa.

“Ini yang menjadi tantangan kita bersama. Sehingga koordinasi lintas sektor sangat penting,” katanya.