Antisipasi Kemarau, Pemprov Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air

SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak sigap mengantisipasi potensi kemarau panjang 2026 dengan menyiapkan cadangan 123 juta liter air bersih bagi wilayah rawan kekeringan. Upaya ini di lakukan sebagai langkah mitigasi awal guna menekan risiko krisis air sekaligus menjaga ketahanan sektor pangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bersama BPBD kabupaten/kota telah mengalokasikan total 123 juta liter air bersih yang akan di salurkan ke 18 daerah terdampak.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut kesiapan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas wilayah yang telah di lakukan sejak awal tahun. Selain itu, pemetaan daerah rawan kekeringan juga terus di perbarui secara menyeluruh.

“Tahun 2026 ini, hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, sudah di siapkan 123 juta liter air dari 18 daerah yang diperkirakan terdampak. Semua sudah siap untuk didistribusikan,” ujar Bergas dalam rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I-2026, Senin (4/5/2026).

BACA JUGA :  Sekda Jateng Ajak ASN Jadi Bapak Asuh bagi 62 Mahasiswa Beasiswa Korea Selatan

Ia menjelaskan, meski saat ini beberapa wilayah masih di guyur hujan, Pulau Jawa diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Juni hingga Desember 2026. Pola ini di prediksi serupa dengan kondisi tahun 2024.

Sebagai perbandingan, pada 2024 BPBD Jateng bersama daerah mampu menyalurkan sekitar 54 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Bergas menambahkan, kesiapan distribusi tidak hanya mencakup ketersediaan air, tetapi juga sarana pendukung seperti armada pengangkut. Namun, pihaknya masih mengkaji aspek pembiayaan distribusi seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.