TEGAL, smpantura – Satu dekade perjalanan Bank Sampah Mawar Biru, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, jadi bukti kalau urusan sampah bisa di ubah jadi gerakan bareng warga.
Momentum perayaan ulang tahun ke-10, komunitas ini makin menguatkan edukasi pengelolaan sampah dari rumah.
Perayaan di gelar selama dua hari, 14-15 Mei 2026, dengan konsep sederhana tapi menyentuh langsung masyarakat.
Hari pertama di isi senam massal yang di ikuti warga sekitar.
Kegiatan ini juga di hadiri Anggota DPRD Kota Tegal, Sugiyono, yang ikut membaur sekaligus memberi dukungan.
Menurut Sugiyono, gerakan yang di lakukan Bank Sampah Mawar Biru patut di apresiasi karena menyasar perubahan perilaku masyarakat dari hal paling dasar, yakni memilah sampah dari rumah.
Sugiyono menilai, pendekatan seperti ini jauh lebih efektif karena melibatkan warga secara langsung dan berkelanjutan.
Selain senam, pengurus juga membagikan tabungan kepada nasabah aktif sebagai bentuk apresiasi.
Selama ini, warga yang tergabung rutin menyetorkan sampah yang sudah di pilah untuk kemudian di kelola.
Masuk hari kedua, kegiatan makin beragam. Ada festival kampung dongeng untuk anak-anak, pelatihan membuat keset dari kaos kaki bekas hingga workshop pembuatan pot dari galon bekas.
Sejumlah komunitas seperti Puspaga, Hebat Community, dan Forum Genre Tegal turut meramaikan.
Bank Sampah
Direktur Bank Sampah Mawar Biru, Nurlaelatul Aqifah, menyebut saat ini pihaknya memiliki sekitar 70 nasabah aktif.
Mereka sudah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, terutama antara organik dan anorganik.
Sampah organik di olah menjadi eco enzym yang kemudian bisa di manfaatkan lagi menjadi produk seperti sabun dan sampo. Sementara sisanya di jadikan kompos.



