Anggota DPR RI Bersama BKKBN Kolaborasi Ajak Warga Brebes Cegah Stunting

BREBES, smpantura – Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadhlifah bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Pemerintah Kabupaten Brebes mengajak masyarakat di Kota Bawang, bersama-sama mencegah stunting. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Cegah Stunting Bersama Keluarga Melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Sabtu (3/1/2022). Kegiatan yang dihadiri ratusan emak-emak pengurus Fatayat NU dan Muslimat NU Kabupaten Brebes ini digelar di Ballroom Hotel Grand Dian, Brebes.

Nur Nadlifah mengaku, untuk mendorong percepatan penurunan stunting di Brebes, pihaknya selama setahun belakangan tengah gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam memberikan edukasi ini, pihaknya dibantu anggota Fatayat NU dan Muslimat NU Brebes.

“Kegiatan ini, kami gelar untuk evaluasi sejauh mana program penanganan stunting tengah berjalan, termasuk bagaimana kendala yang dihadapi di lapangan,” ungkapnya..

Dia mengungkapkan, edukasi dan penyampaian informasi terkait pencegahan stunting ini harus benar-benar dilakukan secara masif. Sehingga, masa 1000 HPK yang terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan anak bisa benar – benar diketahui masyarakat seutuhnya.

BACA JUGA :  ICI Bumiayu Raya Juara Super Soccer Euro Futsal Championship 2023

“Masa 1000 HPK ini sangat penting bagi tumbuh kembang anak, dan dapat menentukan perkembangan kecerdasan dalam jangka panjang. Tidak optimalnya perkembangan otak pada masa itu juga akan berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa depan,” terangnya.

Menurut di, diperlukan penguatan dan percepatan langkah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Brebes. Pemerintah juga perlu melibatkan para tokoh agama hingga para pendidik. “Saya tekankan agar terus berikan edukasi terkait perbaikan gizi dan konsumsi pangan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dilingkungan masing-masing,” ucapnya.

Edukasi lainnya, lanjut dia, yakni terkait pengetahuan dan keterampilan dalam hal penyiapan pengolahan pangan sehat dan bergizi berbasis sumber daya lokal. Perlu adanya peningkatkan kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan dalam kelompok masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami juga meminta kepada masyarakat agar terus melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Insyallah dengan begitu kehidupan menjadi bermanfaat dan sehat,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: