Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang turut hadir menegaskan, di era keterbukaan informasi saat ini masyarakat semakin kritis terhadap pengelolaan anggaran negara maupun daerah. Oleh karena itu, pemahaman tentang akuntabilitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus menjadi budaya bersama dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia usaha.
“Kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai tata kelola keuangan negara. Dari yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” ujar Ischak.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal terus berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel. Hasil pemeriksaan dan rekomendasi BPK di nilainya sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
Ischak juga mengapresiasi kehadiran ratusan pelaku UMKM yang di nilainya bukan sekadar penggerak ekonomi daerah. Tetapi juga bagian penting dari ekosistem tata kelola yang baik.
“UMKM hari ini merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Para pelaku UMKM juga perlu memahami pentingnya transparansi, tertib administrasi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Serta pengelolaan usaha yang profesional dan akuntabel,” katanya.
Kegiatan ini di harapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa akuntabilitas bukan sekadar urusan pemerintah. tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Termasuk para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. (**)



