Candi Gagang Golok Galuh Timur, Sebuah Warisan Kuno di Pedalaman Brebes

Berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta, situs ini memiliki dua fase. Yakni, Fase awal berbentuk punden berundak (pra-Hindu) dan fase kedua berbentuk candi yang di perkirakan berkembang pada masa Mataram Kuno. Keberadaan Candi Gagang Golok juga tidak lepas dari cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Nama Gagang Golok sendiri di yakini berasal dari legenda tentang senjata pusaka berupa golok milik raja yang terlempar hingga ke wilayah Galuh Timur. Bagian gagangnya konon jatuh di lokasi situs tersebut, sehingga kemudian di kenal sebagai Gagang Golok. Legenda ini menjadi bagian penting dalam memperkaya nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Sejarah Berdirinya Pabrik-Pabrik Teh di Tegal

Situs ini juga sering dikaitkan dengan pengaruh Kerajaan Galuh di wilayah Tatar Pasundan. Hal ini diperkuat oleh berbagai temuan serta penamaan wilayah Galuh yang memiliki akar sejarah panjang dalam kebudayaan Sunda.
Namun hingga kini, kondisi Candi Gagang Golok masih belum sepenuhnya tergali dan direkonstruksi. Banyak bagian yang masih tertimbun tanah, dan proses penelitian berjalan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan teknis. Meski demikian, situs ini telah menjadi perhatian para peneliti, mahasiswa, dan masyarakat sebagai salah satu cagar budaya yang penting di Brebes. (**)