Cipok Teater Membahas Profesionalisme Berkesenian di Kampung Seni Tegal

TEGAL, smpantura – Penggiat teater dari Tegal Raya, menggelar diskusi dalam tajuk Moci Karo Ndopok (Cipok) membahas profesionalisme berkesenian di Kampung Seni Tegal, Minggu (7/7) sore.

Cipok merupakan kegiatan rutin yang digelar untuk memberi ruang, wadah para penggiat teater di Tegal Raya dan sekitarnya, dalam mengungkapkan ide, isu serta keilmuan dalam seni pertunjukan melalui diskusi.

Kegiatan yang berlangsung sebulan sekali itu, menghadirkan tokoh, pekerja seni dan seniman teater sebagai nara sumber.

Ketua Kampung Seni Tegal, sekaligus penggagasan Cipok Teater, Seful Mu’min mengatakan, Cipok Teater edisi Juli 2024 menghadirkan pemateri yang kompeten, seperti Ketua Ikatan Drama Jakarta Barat (Indraja), Silmi Rahmadi dan Sutradara Teater Stasiun Jakarta, Edian Munaedi.

Dengan moderator Bontot Sukandar, para peserta disuguhkan pengalaman-pengalaman nara sumber dalam disiplin kesenian masing-masing.

BACA JUGA :  Dekranasda Kota Tegal Matangkan Persiapan Street Fashion

“Silmi Rahmadi yang merupakan Ketua Indraja dengan pengalaman di dunia kesenian dan pertelevisian ibu kota. Pemateri Kedua, yang merupakan pekerja teater asal Teater Stasiun Jakarta sebagai sutradara dan penulis teater,” ujar Seful.

Antusias diskusi dalam Cipok Teater terbukti dengan hadirnya peserta dari komunitas, penggiat, pekerja teater Tegal, Brebes, Pekalongan hingga Purwokerto.

Salah seorang pemateri, Edian Munaedi mengutaran bahwa profesionalisme dalam berkesenian muncul saat perkembangan modern.

“Dunia industri tidak bisa hanya memiliki satu keahlian, diharuskan memiliki banyak kebiasaan,” katanya.

Sementara itu, Silmi Rahmadi berpendapat bahwa profesionalisme dimulai dari dalam pikiran.

“Sebenarnya menakutkan melihat industri di teater, tapi ternyata teater mampu mendorong diri untuk menyokong dunia kreatif lain dan akhirnya memiliki nilai manfaat,” tegasnya. (T03_red)

Scroll to top
error: