Gratis, Museum Semedo Dibuka Mulai 12 Oktober 2022

SLAWI, smpantura – Kabar gembira bagi para pecinta benda-benda purbakala, Museum Purbakala Semedo di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal akan mulai dibuka pada 12 Oktober 2022. Untuk awal pembukaan museum, pengunjung belum dipungut biaya alias gratis.

“Meski sudah dibuka, tapi belum diresmikan. Cuma soft launching saja. Itu pun dilaksanakan di Jakarta bersama dengan empat museum daerah lain,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari, saat ditemui di kantor Bupati Tegal, Kamis (22/9).

Dikatakan, soft launching rencananya akan dilakukan pada 12 Oktober 2022 mendatang. Dengan begitu, masyarakat bisa masuk ke Museum Semedo pada tanggal tersebut.

“Dibuka sekaligus soft lauching dan zoom meeting bersama Pemerintah Pusat. Dilaksanakan tanggal 12 Oktober 2022,” ucapnya.

Was’ari menjelaskan, soft launching bukan berarti Museum Semedo sudah resmi dibuka karena sistem pengelolaan juga belum dibahas.

”Sistem pengelolaan belum, nanti ada kebijakan dari Kementerian. Sementara masih free buat pengunjung untuk melihat fosil-fosil yang ada di dalam museum yang selama ini masih tertutup,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gandeng Seluruh Elemen , Polres Tegal Deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong

Sebagaimana diketahui, Museum Semedo dibangun pada tahun 2015 berlokasi di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Bangunan museum berdiri di atas lahan 10.582 meter persegi tersebut akan menampung 3.100 benda-benda kepurbakalaan, termasuk di antaranya fosil kepingan tengkorak kepala Homo erectus yang berusia sekitar 700 ribu tahun.

Penataan dan desain interior pada ruang pamer museum sangat menarik, ditunjang aspek pencahayaan yang memberikan kenyamanan pengunjung.

“Keberadaan museum manusia purba ini akan menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik dan banyak dikunjungi masyarakat. Untuk itu, saya mengajak seluruh warga Semedo bisa menjaga kelestarian lingkungan hidup, menata kampungnya untuk menciptakan desa sadar wisata,”kata Bupati Tegal Umi Azizah saat berkunjung ke Museum Semedo, beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Umi Azizah, warga bisa menata kampung dengan penghijauan menggunakan pohon peneduh, membuat taman bunga di depan rumah, menjaga rumah-rumah kayunya sebagai keunikan atau kekhasan Semedo hingga menjaga kebersihannya. (T05-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: