SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas mengatasi persoalan sampah. Gubernur Ahmad Luthfi membuka peluang kerja sama dengan TNI Angkatan Darat untuk mengolah jutaan ton sampah menjadi bahan bakar setara solar melalui teknologi waste to fuel.
Langkah konkret itu di tandai dengan pertemuan antara Ahmad Luthfi dan tim utusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya di Jakarta terkait potensi pengolahan sampah menjadi energi alternatif.
“Saya senang tim KSAD bisa hadir. Ini momentum untuk menyelesaikan persoalan sampah secara kolaboratif,” ujar Luthfi.
Tim TNI AD yang hadir di pimpin Inspektur Intelijen Inspektorat Jenderal Angkatan Darat (Irintel Itjenad) Brigjen TNI Aulia Fahmi. Ia di dampingi Wakil Asisten Intelijen (Waasintel) KSAD Brigjen TNI Adi Prasetya.
Berdasarkan data Pemprov Jateng, total timbulan sampah di wilayah ini mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun. Namun, baru sekitar 30 persen yang berhasil di olah, sementara sisanya masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 13 fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Selain itu, terdapat tiga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di wilayah Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya yang di kembangkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup.
Salah satu titik yang di nilai potensial untuk pengembangan waste to fuel adalah TPA Jatibarang, Kota Semarang. Lokasi ini menyimpan sekitar 3 juta ton sampah yang belum terurai.
Penyediaan Lahan
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan kesiapan pemerintah kota dalam mendukung proyek tersebut, termasuk penyediaan lahan. Menurutnya, kawasan Jatibarang juga telah di tetapkan sebagai lokasi aglomerasi untuk proyek PSEL yang akan menampung sampah dari Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.



