Ini Bagian-Bagian Keris Yang Wajib Diketahui, Sarat Makna dan Filosofi

SLAWI, smpantura – Bagi para pecinta keris, wajib diketahui bagian-bagian keris. Ini karena setiap bagian memiliki makna dan filosofi.

Ketua Umum Paguyuban Keris Tosan Aji Nusantara (Patra Ganesha) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto menjelaskan, keris adalah senjata tradisional yang tidak hanya memiliki nilai fungsional sebagai senjata, tetapi juga memiliki nilai filosofis, spiritual, dan budaya yang mendalam.

Berikut adalah deskripsi tentang filosofi di balik bagian-bagian keris Jawa :

  1. Wilah (Bilahan)

Wilah adalah bilah utama keris yang biasanya terbuat dari besi, baja, dan nikel. Filosofi dari wilah mencerminkan keteguhan, keberanian, dan ketulusan hati pemiliknya. Terdapat berbagai jenis pamor (pola pada bilah) yang masing-masing memiliki makna dan tujuan spiritual tertentu, seperti mendatangkan keberuntungan, perlindungan, atau kesaktian.

  1. Ganja

Ganja adalah bagian bawah dari bilah keris yang berbentuk mirip dengan alas atau penyangga. Ganja sering dianggap sebagai simbol dari bumi atau dunia tempat manusia hidup. Filosofinya mencerminkan dasar dan pondasi yang kuat, serta hubungan manusia dengan bumi dan dunia fisiknya.

  1. Pamor

Pamor adalah pola hiasan yang terbuat dari lapisan logam berbeda di bilah keris. Filosofi pamor mencerminkan nasib dan takdir. Setiap pamor memiliki makna khusus, misalnya pamor Blarak Sineret yang dipercaya bisa memberikan keberanian dan kewibawaan.

  1. Pesi

Pesi adalah tangkai keris yang dimasukkan ke dalam gagang. Pesi melambangkan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Filosofinya mencerminkan pentingnya hubungan spiritual dan kepasrahan diri kepada Yang Maha Kuasa.

  1. Ukiran

Ukiran adalah gagang atau pegangan keris yang biasanya dibuat dari kayu, gading, atau tanduk. Filosofi ukiran menggambarkan karakter dan kepribadian pemiliknya. Ukiran sering kali memiliki bentuk dan motif yang mengandung simbol-simbol tertentu, seperti bentuk naga atau burung yang melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan.

  1. Warangka
BACA JUGA :  Tari Kuntulan Strategi Pangeran Diponegoro Kelabuhi Belanda

Warangka adalah sarung keris yang melindungi bilah ketika tidak digunakan. Warangka melambangkan kedamaian dan perlindungan. Filosofi warangka mengajarkan bahwa kekuatan harus disimpan dan hanya digunakan ketika benar-benar diperlukan, mencerminkan pengendalian diri dan kebijaksanaan.

  1. Pendok

Pendok adalah pelindung luar dari warangka yang terbuat dari logam seperti kuningan atau emas. Filosofi pendok adalah memperindah dan melindungi warangka, mencerminkan pentingnya menjaga martabat dan keindahan lahiriah serta batiniah.

  1. Mendak

Mendak adalah cincin yang terletak antara bilah dan gagang. Filosofi mendak adalah sebagai penghubung yang menguatkan hubungan antara bagian spiritual (bilah) dan bagian fisik (gagang), mencerminkan keseimbangan antara aspek-aspek yang berbeda dalam kehidupan manusia.

  1. Deder (Ri Pandan)

Deder adalah bagian dari ukiran yang berfungsi sebagai pegangan tambahan untuk memastikan keris dapat dipegang dengan mantap. Filosofinya adalah pentingnya pegangan yang kokoh dan stabil dalam menjalani kehidupan, serta kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

  1. Tangguh

Tangguh adalah aspek penting dalam penilaian keris yang mencakup usia, asal usul, dan teknik pembuatan. Filosofi tangguh mencerminkan nilai-nilai warisan budaya, keahlian, dan kualitas yang bertahan lama. Sebuah keris yang tangguh dihargai tidak hanya karena usianya tetapi juga karena representasi dari sejarah dan tradisi yang terkandung di dalamnya.

“Secara keseluruhan, keris Jawa adalah simbol kompleks yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, moral, dan budaya masyarakat Jawa. Setiap bagian dari keris memiliki makna dan fungsi yang saling melengkapi, menciptakan harmoni antara fisik, spiritual, dan budaya,” kata Teguh. (R05-Red)

Scroll to top
error: