Batang  

Jelang Idul Adha, Tiga Ekor Sapi Ditemukan Terkena PMK

Selain PMK, Dispaperta juga memfokuskan pemeriksaan terhadap potensi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Meski demikian, menurutnya, tren kasus kedua penyakit tersebut di Kabupaten Batang mulai mereda.

”Fokus kami masih PMK dan LSD. Namun kasusnya sudah relatif menurun, hanya beberapa sapi pendatang yang perlu perhatian khusus,” tegasnya.

Pemeriksaan

Dalam proses pemeriksaan, petugas mengecek sejumlah bagian tubuh hewan seperti area mulut, kulit, hingga kondisi fisik umum ternak. Untuk kambing, pengawasan juga di arahkan pada penyakit kulit seperti scabies. Ambar menyebutkan, sebanyak 21 petugas kesehatan hewan di terjunkan dan di sebar di 15 kecamatan untuk mempercepat proses pemeriksaan serta menjangkau seluruh titik penjualan hewan kurban.

”Dispaperta juga memprediksi jumlah hewan kurban tahun ini sedikit menurun di banding tahun sebelumnya. Pada Idul Adha tahun lalu, jumlah sapi kurban mencapai lebih dari 1.500 ekor, sementara kambing berkisar 3.000 hingga 4.000 ekor. Perkiraan tahun ini sedikit berkurang, mungkin di pengaruhi kondisi ekonomi,” terangnya.

BACA JUGA :  Pastikan Asupan Gizi Siswa Terpenuhi Melalui MBG

Sementara itu, salah satu pedagang kambing Angga (28), menyambut baik pemeriksaan yang di lakukan pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut membantu pedagang memastikan kualitas dan kesehatan ternak yang di jual.

”Kalau saya merespons positif karena ini bagus untuk koreksi dan evaluasi usaha kami. Kambing yang di jual itu umur dan kualitasnya beragam, jadi pemeriksaan seperti ini membuat pembeli juga lebih yakin,” ujarnya. (**)