BATANG, smpantura – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan di lakukan untuk memastikan hewan yang di jual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Pengecekan terbaru di lakukan di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (25/5). Tim dokter hewan Dinas Pangan dan Pertanian di terjunkan guna memantau kondisi kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular. Dari hasil pemantauan, di temukan tiga ekor sapi yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Dokter Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Batang Ambar Puspitaningsih mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kandang penyedia hewan kurban di seluruh kecamatan serta menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bagi ternak yang dinyatakan sehat.
”Kemarin kita sudah keliling di 15 kecamatan untuk memeriksa kandang penyedia hewan kurban. Bagi yang sudah memenuhi syarat kesehatan, kita keluarkan SKKH. Sekarang kami fokus memeriksa lapak-lapak penjualan di pinggir jalan karena ini mulai bermunculan menjelang Idul Adha,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan sementara, lanjut Ambar, di temukan tiga ekor sapi di Kecamatan Warungasem yang terindikasi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ketiga sapi tersebut di ketahui merupakan hewan pendatang dari Jawa Timur.
”Sudah kami ambil sampel swab dan di kirim ke Balai Veteriner Semarang untuk pemeriksaan laboratorium. Sementara rekomendasi kami di pisahkan dari hewan lain, di obati hingga sembuh, dan tidak di jual untuk kurban tahun ini,” ungkapnya.



