Batang  

Kerjasama Sister City Jangan Sampai Bebani Keuangan Daerah  

Salah satu nota kesepahaman strategis yang telah di sepakati adalah penguatan industri dan rantai pasok melalui implementasi proyek ”Two Countries Twin Parks (TCTP)”. Melalui kerja sama ini Indonesia ingin mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang kini berubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menjadi seperti kawasan industri di daerah Shenzen RRT.

”Salah satu wujud implementasi TCTP adalah investasi strategis dari perusahaan alat kesehatan asal kota Zhijiang RRT, Allmed Medical. Yaitu dengan melalui anak usahanya PT Ace Medical Products Indonesia. Dengan nilai investasi sebesar sekitar 1,6-1,7 triliun, di bangun di lahan seluas 24,8 hektare. Dan di targetkan mulai beroperasi pada April 2026 serta di proyeksikan menyerap lebih dari 3.500 tenaga kerja lokal,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lakukan Perombakan Manajemen, Bupati Faiz Minta Persibat Promosi ke Liga 3

Kolaborasi

Selanjutnya, dalam rangka memperkuat hubungan dagang dan investasi dalam kerangka TCTP, Pemkab Batang menjajaki potensi kerja sama sister city dengan kota Zhijiang Provinsi Hubei, RRC. Target pelaksanaan tahapan sendiri yaitu pada bulan April persetujuan DPRD, bulan Juli verifikasi, bulan Agustus pembahasan naskah kerja sama.

”Selanjutnya pada bulan Oktober persetujuan menteri. Dan bulan Desember penandatanganan naskah kerja sama. Sehingga bulan Januari 2027 kerja sama sudah mulai dapat di laksanakan,” jelasnya.

Kukuh menambahkan, Pemkab Batang juga harus memikirkan secara serius terkait kerjasama di bidang pendidikan.

Terdapat dua program utama yang ingin di kembangkan. Yaitu pertukaran pelajar sebagai upaya penguatan pemahaman budaya dan peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan riset bersama antar institusi pendidikan.