Kota Tegal Deflasi, Dadang Somantri Minta Tetap Terjaga hingga Juni

TEGAL, smpantura – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi year on year (yoy) Kota Tegal pada bulan Mei 2,54 persen, dengan harga indeks konsumen (HIK) 106,63.

Namun, secara month to month (mtm), BPS mencatatkan deflasi sebesar 0,44 persen, mengingat Juni 2024, Kota Tegal mengalami inflasi sebesar 3,33 persen, dengan HIK 107,10.

Pj Wali Kota Tegal, Dadang Somantri meminta seluruh pihak, terutama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk tetap berada di lintasan dan menjaga sampai akhir Juni 2024.

“Kita tidak boleh terlena dan harus menjaga sampai akhir bulan ini. Kita harus jaga betul, karena Juni 2023, inflasi kita kecil sekali 0,04 persen,” katanya.

Jika terjadi sedikit perubahan, lanjut Dadang, maka akan berpengaruh besar terhadap inflasi tahunan dan perlu pencermatan untuk menanggulangi.

BACA JUGA :  Duh! Anak dari Keluarga Mampu di Tegal Alami Stunting

Seperti disampaikan Mendagri, Tito Karnavian dalam arahan secara daring bersama TPID, yang menyebut tren menjelang Lebaran harus dicermati.

“Idul Fitri kemarin pasokan sayur berkurang, karena para petani tidak melakukan panen. Hal ini perlu diantisipasi, karena sebentar lagi akan menghadapi Idul Adha,” jelasnya.

Selain itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan setelah Idul Adha, mengingat kecenderungan masyarakat beralih mengonsumsi ayam, karena bosan memakan daging kurban.

“Ada kemungkinan itu terjadi. Makanya pasokan daging ayam dan telur harus dipastikan benar-benar ada dan siap. Karena harga akan terbentuk dari keberadaan pasokan,” tegasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Cucuk Daryanto mengaku telah berkomunikasi dengan Pemda Brebes dan Pemalang, sebagai pemasok sayur.

Cucuk berharap, pemda dapat menjalin kerja sama untuk membantu pasokan sayur di Kota Tegal. (T03_Red)

Scroll to top
error: