Mayday 2026, Ahmad Luthfi Imbau Buruh Jaga Iklim Investasi

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. Upaya ini di lakukan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi ikut berperan dalam pengembangan perusahaan,” jelasnya.

Berkat kolaborasi dan stabilitas tersebut, Jawa Tengah mencatat capaian investasi yang signifikan. Sepanjang 2025, total investasi mencapai Rp 110,02 triliun, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, serta investasi usaha mikro kecil (UMK) Rp 21,52 triliun.

Realisasi investasi itu turut menyerap sekitar 340 ribu tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga 5,37 persen.

BACA JUGA :  5,7 Juta Orang Terima Manfaat MBG dari 1.836 SPPG di Jawa Tengah

Dalam forum dialog tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerap berbagai aspirasi pekerja, mulai dari persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon, hingga isu kesejahteraan buruh.

Program Pembangunan

Sementara itu, kegiatan turut di isi dengan sosialisasi program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang menyasar pekerja dan buruh. Program tersebut di fasilitasi oleh Bank Jateng bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perakim) Jawa Tengah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, berharap program tersebut dapat di manfaatkan secara optimal oleh anggota serikat pekerja dan buruh.

“Harapannya dapat segera di tindaklanjuti sehingga pekerja dan buruh bisa mengakses perumahan dari program pemerintah,” ujarnya.