Menteri Ferry Juliantono Sebut Jateng Paling Cepat Miliki Koperasi Berbadan Hukum

“Kalau kita produksi sendiri, efek ekonominya akan jauh lebih luas. Ini harus jadi semangat Kemenkop dan gerakan koperasi dalam hal ini, Dekopin, untuk bersama membangun kolaborasi,” imbuh Ferry.

Ia berharap Dekopinwil Jawa Tengah dapat menjadi contoh koperasi modern yang manfaatnya dirasakan luas, tidak hanya anggotanya saja, tapi juga masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan, kepengurusan baru Dekopinwil harus mampu menghadirkan perubahan nyata, bukan sekadar formalitas kelembagaan. Dekopinwil harus bisa menjadi simpul penguatan ekonomi kerakyatan.

Sri Hartini dikukuhkan sebagai pimpinan Dekopinwil Jawa Tengah, disaksikan Ferry Juliantono dan Ahmad Luthfi.

“Pengurus sudah terbentuk, tapi itu saja tidak cukup. Rekan-rekan harus bisa memberi warna baru bagi koperasi sebagai cikal bakal kemakmuran masyarakat,” tegasnya.

Ahmad Luthfi menyebut, koperasi harus menjadi hub pendampingan ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku usaha mikro yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta unit di Jawa Tengah.

BACA JUGA :  Pelayanan Publik Maksimal, Warga Lakukan Pembayaran Pajak di Samsat Semarang II

“UMKM mikro harus naik kelas menjadi kecil, lalu menengah. Di sinilah koperasi harus hadir,” katanya.

Gubernur juga menegaskan, koperasi tidak boleh eksklusif hanya melayani anggota, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil masyarakat.

“Jangan hanya untuk anggota saja. Koperasi harus bisa mereduksi masalah di masyarakat, salah satunya pinjol,” ujarnya. Menurutnya, jika koperasi benar-benar hidup dan aktif, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.

“Tidak ada lagi masyarakat terjerat rentenir atau pinjol, karena koperasinya hidup,” tegas Ahmad Luthfi.

Data

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi mencapai Rp 60,13 triliun, dengan volume usaha Rp 43,78 triliun dan imbal hasil kepada anggota sebesar Rp 1,16 triliun.