Pariwisata dan Ekonomi Syariah Dorong Lonjakan Ekonomi Jateng

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah wisatawan tercatat sebanyak 46,6 juta orang dan meningkat menjadi 74,4 juta orang pada 2025. Kenaikan tersebut mencapai hampir 60 persen. Jawa Tengah kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, maupun wisatawan mancanegara.

“Pariwisata Jawa Tengah saat ini sudah menempati peringkat pertama dalam kunjungan wisata. Ini harus di tangkap sebagai peluang,” tegas Luthfi.

Ia menambahkan, pengakuan dunia internasional terhadap budaya Jawa Tengah, termasuk pengakuan UNESCO dan pengembangan Kota Batik di Pekalongan, menjadi modal besar untuk memperkuat sektor wisata berbasis budaya dan wisata ramah muslim.

Wilayah Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap di nilai memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata alam, agro, budaya, hingga desa wisata. Namun, menurut Luthfi, pemetaan potensi masih perlu di perkuat agar seluruh destinasi dapat tergarap optimal.

BACA JUGA :  Wagub Taj Yasin dan Ning Nawal Isi Kuliah Ramadan UNS

“Tahun 2027 kita sudah bisa take off. Ini akan kita dorong bersama,” katanya.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, siap menyelaraskan program daerah dengan arah pembangunan Pemprov Jateng. Salah satu fokus yang akan digarap adalah pengembangan destinasi wisata zona dua yang selama ini belum banyak tersentuh.

“Desa wisata menjadi magnet pertumbuhan ekonomi Banjarnegara. Potensi zona dua juga sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya. Dijelaskan, Cilacap memiliki 19 desa wisata mandiri yang terus berkembang. Selain itu, kata dia, Pemkab Cilacap juga akan menata ulang sejumlah destinasi unggulan seperti Teluk Penyu dan Benteng Pendem agar menjadi kawasan wisata berkelanjutan.